SMAN 2 Kusambi Terima Buku “Transformasi Wacana di Era Distrupsi” dari Alumni

‎MUBAR, EDISIINDONESIA.id – Rasmin Jaya yang juga alumni serahkan buku berjudul Transformasi dan Wacana di Era Distrupsi di SMAN 2 Kusambi.

‎Dalam kesempatan tersebut kehadiran Rasmin Jaya langsung disambut oleh Kepala SMAN 2 Kusambi La Ode Saidin bersama guru-guru dengan penuh semangat kebersamaan, kekeluargaan dan canda tawa karena mengingat masa-masa nostalgia pada saat sekolah di SMA dulu.

‎Kepala Sekolah SMAN 2 Kusambi La Ode Saidin merasa bangga dan optimis bahwa dengan kehadiran alumni menjadi dorongan semangat untuk terus melakukan yang terbaik untuk kemajuan SMAN 2 Kusambi serta peningkatan kualitas kepemimpinan dan semangat literasi yang harus terus di dorong.

‎”Harapan kami sebagai guru-guru agar alumni terus solid, mendukung satu sama lain, karena di mana pun kita berproses dan mengabdi bisa terus mengharumkan nama baik SMAN 2 Kusambi dan terus bermanfaat untuk generasi,” harapannya.

‎Tak hanya itu, ia juga sangat mengapresiasi terobosan karya dari salah satu alumni, Rasmin Jaya yang menerbitkan sebuah buku.

‎Baginya, ini suatu pencapaian yang sangat luar biasa. Dengan modal semangat, ketekunan, konsistensi dan terus membaca hingga bisa menulis dan melahirkan sebuah karya.

‎”Patut kita apresiasi dan semoga ini menjadi inspirasi untuk anak-anak sekolah khususnya SMAN 2 Kusambi bisa terus membudayakan semangat membaca. Tentu tidak mudah bisa menulis dan menerbitkan sebuah buku, tapi alumni kita saat ini sudah bisa menunjukkan langkah nyata itu,” tegasnya.

‎Sementara alumni SMAN 2 Kusambi, Rasmin Jaya sangat bangga melihat kekompakan guru-guru yang terus mendidik, mengajar dan mengharapkan yang terbuka untuk siswa siswi.

‎”Harapan saya alumni dan guru-guru bisa terus berkolaborasi majukan kualitas dan kapasitas SDM SMAN 2 Kusambi dalam  di berbagai bidang agar terus bermanfaat,” tegasnya.

‎Ia juga mendorong semangat generasi muda dalam hal ini pelajar SMAN 2 Kusambi untuk terus membudayakan semangat literasi membaca, diskusi dan menulis agar bisa berkarya melahirkan buku yang dapat menginspirasi orang lain.

‎Dalam kesempatan tersebut juga, ia mengenang bagaimana masa-masa putih abu-abu. Menurutnya itu menjadi moment yang tidak bisa di lupakan dan sangat berkesan di hati dan pikiran kita sebagai alumni.

‎”Pendidikan sebagai harapan masa depan yang bisa menjadi modal kita dalam mencapai cita-cita, harapan dan tujuan yang kita inginkan,” harapnya.

‎Ia menawarkan siswa siswi yang baru tamat di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk melanjutkan jenjang pendidikan di SMAN 2 Kusambi.

‎Baginya, SMA tersebut adalah sekolah yang mempunyai kualitas, manajamen yang baik dan bisa menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang maju, berdaya saing yang tak kalah dengan sekolah yang ada di Muna Barat lainnya.

‎Sebagai alumni, tentu mempunyai tanggung jawab moril untuk berkontribusi dan mendedikasikan dirinya demi kemajuan sekolah tersebut sebab selama ini sudah banyak menikmati hasil jerih payah guru-guru untuk mendidik dan membimbing kita menjadi seperti apa yang mereka harapkan di kemudian kelak.

‎Meski terbilang masih seumur jagung sekolah SMAN 2 Kusambi yang di rintis tahun 2014 yang lalu tetapi kemajuannya cukup pesat dan hal tersebut tidak hanya di lihat dari kontribusi tenaga-tenaga pelajarannya dalam hal ini guru dalam membangun, membentuk serta menciptakan sumber daya manusia yang unggul tetapi juga kontribusi alumninya yang tetap punya perhatian terhadap tumbuh dan berkembangnya sekolah tersebut meskipun sudah masuk di ruang-ruang pengabdian.

‎Dan itu menjadi salah satu ukuran tentang kualitas, kapasitas dari apa yang telah di berikan oleh guru-guru selama ini dari sekolah tersebut. Mereka bisa berkompetisi di segala ruang dan pengabdian manapun, menekuni berbagai profesi.

‎Tradisi tahunan bagi siswa tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi awal bagi siswa untuk menyelami kehidupan pendidikan selanjutnya, pencarian jati diri, pembentukan mental, kepribadian dan karakter serta peran kita dalam perubahan sosial.

‎Menurutnya, pendidikan adalah salah satu aset masa depan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing. Kesempatan siswa sekarang adalah sebuah momentum yang semestinya menjadi ruang refleksi yang tidak hanya berhenti di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tetapi bagaimana harus tersebut bisa terus berlanjut untuk mencapai cita-cita, harapan dan masa depan yang di inginkan.

‎Menurutnya, pendidikan adalah salah satu aset masa depan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing. Kesempatan siswa sekarang adalah sebuah momentum yang semestinya menjadi ruang refleksi yang tidak hanya berhenti di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tetapi bagaimana harus tersebut bisa terus berlanjut untuk mencapai cita-cita, harapan dan masa depan yang di inginkan.

‎Amanat UUD 1945 adalah, mencerdaskan kehidupan bangsa harus menjadi pijakan bagi para pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan untuk melihat kebutuhan dasar di setiap jenjang pendidikan khususnya di berbagai tingkatan sekolah.

‎”Pelajar adalah tulang punggung masa depan bangsa, daerah, dan negara. Mereka memikul tanggung jawab besar sebagai estafet kepemimpinan yang akan memperbaiki tatanan pembangunan ke depan,” tegasnya.

‎Rasmin menekankan bahwa posisi pelajar sebagai orang yang tercerahkan memberikan mereka peran strategis dalam menggerakkan perubahan. Sehingga mengenyam pendidikan SMA di manapun sebenarnya tidak menjadi masalah yang terpenting bagaimana keseriusan, ketekunan serta gairah belajar kita agar lebih baik lagi untuk membentuk corak pikir demi membanggakan orang tua dan daerah.

‎Perubahan itu tidak datang begitu saja, melainkan melalui proses panjang, perjuangan, dan konsistensi yang tinggi. Dan hal tersebut telah di tunjukkan oleh banyak guru-guru di SMAN 2 Kusambi tanpa mengesampingkan yang lain.

‎Mereka mewakafkan dirinya agar bagaimana kemajuan sekolah dan sumber daya manusianya bisa terus maju, unggul dan saya sangat paham tentang apa yang menjadi harapan dan keinginan sebagai seorang guru dan tenaga pelajar yang tidak ternilai harganya

‎Untuk para siswa jika kalian adalah generasi baru yang akan menjadi bagian dari sejarah, ciptakanlah sesuatu yang berbeda dari sekitar kalian. Pendidikan menyediakan segala fasilitas dan instrumen sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita, bukan hanya menggugurkan tanggung jawab atau hanya sekadar ikut-ikutan tetapi bagaimana ke depan juga bisa lebih bermanfaat untuk diri sendiri, orang tua, keluarga, daerah, nusa dan bangsa.

‎Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan siswa agar mereka lebih mencintai dirinya sendiri, betapa berharganya sebab mereka adalah harapan masa depan dalam kepemimpinan.

‎Selain itu, ia mengajak siswa baru untuk lebih cermat dalam memilih sekolah, yang dapat membentuk jiwa kepemimpinan dan meningkatkan kualitas diri. Seperti apapun kita ke depan tergantung bagaimana kita merintis hari ini.

‎Terakhir, dalam kehadirannya Rasmin Jaya memberikan buku kepada sekolah SMAN 2 Kusambi sebagai bentuk dukungan dan kontribusi untuk mendorong peningkatan kualitas literasi serta di akhiri dengan foto bersama kepala sekolah dan guru-guru.

‎Maju terus SMAN 2 Kusambi. Ayo sekolah di SMAN 2 Kusambi sebagai wadah dan Kawah candradimuka untuk membantu generasi emas di masa depan. (**)

Comment