KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari tengah mendalami dugaan peredaran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite oplosan yang dilaporkan oleh para pengemudi ojek online (ojol).
Laporan tersebut mencuat setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan para pengemudi ojol menuangkan kembali bahan bakar dari tangki motor mereka karena merasa ada kejanggalan.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Eko Widiantoro, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan kini sedang melakukan analisis awal sebelum melanjutkan ke tahap penyelidikan lebih lanjut.
“Kami akan melakukan analisa terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penyelidikan,” ujar Kombes Pol Eko Widiantoro, Rabu (5/3/2025).
Menurutnya, lebih dari 10 pengemudi ojol telah secara resmi melaporkan kejadian ini, sementara ratusan lainnya mengaku mengalami hal serupa.
Untuk memastikan kebenaran dugaan ini, polisi akan mengirimkan sampel bahan bakar dari kendaraan para pengemudi ojol ke laboratorium guna dilakukan pengujian lebih lanjut.
“Terkait Pertamina, kita akan melihat hasil uji laboratorium terlebih dahulu. Kami tidak bisa gegabah dalam mengambil kesimpulan karena kasus ini harus melalui proses penyelidikan yang sesuai dengan prosedur. Sampel bahan bakar juga harus diuji di laboratorium untuk memastikan apakah benar ada kandungan oplosan atau tidak,” jelasnya.
Polresta Kendari berkomitmen menindaklanjuti laporan ini secara profesional dan transparan demi memastikan keamanan serta kenyamanan para pengguna kendaraan bermotor di wilayah tersebut. Kini, publik menanti hasil uji laboratorium yang akan mengungkap apakah ada praktik oplosan BBM yang merugikan para pengemudi ojol di Kendari. (**)
Comment