BMKG Kendari Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem, Kolaka dan Bombana Perlu Siaga

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim (Stamar) Kendari merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) hari ini, Sabtu (1/3/2025).

Berdasarkan laporan terbaru, wilayah Sultra masih berpotensi diguyur hujan di beberapa daerah, dengan intensitas bervariasi dari ringan hingga lebat.

Stamar Kendari memperkirakan bahwa pada pagi hari, sebagian besar wilayah Sultra akan didominasi oleh cuaca berawan. Meskipun tidak ada indikasi hujan lebat di pagi hari, masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

Pada siang hingga sore hari, beberapa wilayah diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas beragam.

“Siang dan sore hari, berpotensi hujan sedang di wilayah Kolaka dan Bombana. Hujan ringan di wilayah Kendari, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Baubau, Buton, Buton Selatan, dan Buton Utara,” tulis Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Kendari dalam keterangan resminya.

Lanjut, Saat memasuki malam hari, kondisi cuaca di Sultra kembali didominasi oleh awan tebal, yang menandakan potensi cuaca yang relatif lebih stabil dibandingkan siang dan sore hari.

BMKG Kendari juga mencatat beberapa parameter cuaca penting yang perlu diperhatikan oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas di luar ruangan:

  • Suhu udara: Diperkirakan berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celsius.
  • Kelembapan udara: Berada dalam rentang 65 persen hingga 95 persen.
  • Arah dan kecepatan angin: Angin bertiup dari arah Barat-Utara dengan kecepatan 2 hingga 30 km per jam.

Lebih lanjut, Stamar Kendari juga memberikan peringatan dini bagi masyarakat, terutama di Kolaka dan Bombana, yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai guntur dan angin kencang pada siang hingga sore hari.

Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama bagi pengguna jalan dan warga yang tinggal di daerah rawan longsor maupun banjir. Selain itu, para nelayan dan pelaku aktivitas di perairan juga disarankan untuk memantau perkembangan cuaca sebelum melaut, mengingat potensi perubahan kondisi angin dan gelombang yang bisa terjadi secara mendadak.

Dengan adanya peringatan ini, diharapkan masyarakat Sulawesi Tenggara bisa lebih waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca yang mungkin berubah sewaktu-waktu. (**)

Comment