EDISIINDONESIA.id – Program Advancing Cocoa Agroforestry Towards Income, Value, and Environmental Sustainability atau ACTIVE membagikan 4.900 bibit tanaman untuk 1.045 petani di enam desa di Kabupaten Kolaka Utara pada 6-8 Agustus lalu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya ACTIVE untuk mempromosikan wanatani atau agroforestri dalam budidaya tanaman kakao di tiga kabupaten yakni di Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kolaka Utara.
Program ACTIVE merupakan kemitraan antara Mars Inc, Badan Pembangunan Amerika Serikat (USAID) dan pemerintah Indonesia yang diinisiasi sejak tahun 2022.
Kegiatan ACTIVE bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kakao melalui promosi praktik wanatani kakao berkelanjutan. Selain itu, ACTIVE juga berupaya untuk meningkatkan akses pembiayaan dan juga menciptakan lingkungan berusaha yang kondusif kalangan petani kakao melalui kolaborasi dengan pemerintah dan pelaku bisnis.
Penanggungjawab kegiatan ACTIVE di Kolaka Utara, Khairil Anwar menyatakan bahwa penyediaan bibit untuk wilayah ini difasilitasi oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sampara, Sulawesi Tenggara.
“Bibit ini kami dapatkan melalui kolaborasi dengan BPDAS Sampara dan terdiri atas jengkol, gaharu, petai, balsa, pala, dan alpukat,” jelas Khairil baru-baru ini.
Ia juga menekankan bahwa jenis tanaman yang dibagikan sangat sesuai dengan konsep wanatani kakao yang tidak hanya melindungi tanaman kakao namun juga memberikan pendapatan tambahan bagi petani.
Sementara itu, Kepala Desa Alipato, Andirita Hasyim yang mengapresiasi kegiatan ini menyebutkan, terdapat 161 warga desa Alipato yang menerima bibit tanaman non-kakao.
“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada program ACTIVE dan Mars karena kami telah dibantu dengan bantuan berupa 805 bibit pohon,” kata Hasym.
Ia juga berharap ke depannya bahwa ACTIVE dan Mars dapat terus mengembangkan komoditas kakao bersama dengan masyarakat Desa Alipato. Selain di Desa Alipato, distribusi bibit juga dilaksanakan di Desa Watunohu, Samaturu, Toaha, Kosali, dan Kondara.
Hal senada diungkapkan oleh Munirwan, salah satu petani kakao peserta kegiatan ACTIVE di Desa Alipato yang mendapatkan bibit pohon Petai, Gaharu, dan Pala.
“Saya bersyukur atas masuknya program ACTIVE ini ke Desa Alipato, sehingga dapat membantu peningkatan pendapatan dan juga pengetahuan dari masyarakat Desa Alipato,” ucapnya.
Ia mencontohkan bahwa berkat pelatihan pembuatan drainase dari ACTIVE, kebun kakao miliknya tidak lagi tergenang air sehingga produktifitas kebun dapat meningkat.
Diinformasikan, kegiatan ACTIVE di Kolaka Utara akan berjalan hingga tahun 2025. Ke depannya, ACTIVE berencana untuk melakukan kegiatan distribusi bibit tanaman non-kakao secara rutin ke petani-petani kakao peserta program ACTIVE.
Selain itu, ACTIVE bekerjasama dengan Mars dan lembaga keuangan juga akan mengadakan berbagai kegiatan pelatihan dan sosialisasi terkait wanatani kakao dan akses terhadap pembiayaan pada tingkat desa di wilayah Kolaka Utara. (**)
Comment