KOLTIM, EDISIINDONESIA.id – Bupati Kolaka Timur (Koltim) Abdul Azis, terus bertekad untuk tidak diskriminasi sedikitpun kepada seluruh warga daerah Bumi Sorume.
”Kami berikhtiar, bagaimana tidak membeda-bedakan suku dan agama tertentu. Saya ingin bersama seluruh jajaran, untuk bisa menjadi matahari, menyinari tanpa diskriminasi, untuk terus memberikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar bupati baru-baru ini.
Untuk itu, ia selalu meminta kepada seluruh masyarakat, yang sifatnya sesuatu memiliki nilai keragaman seperti adat, budaya dan keagamaan, untuk disampaikan langsung kepada dirinya.
”Yang saya butuhkan, adalah bagaimana kolaborasi dan komunikasi yang aktif diantara kita. Sehingga terwujud apa yang menjadi harapan kita bersama kedepan,” pintanya lagi.
Hal ini juga merupakan salah satu perwujudan dari program GEMAS atau Gerakan Membangun dan Melayani Masyarakat Koltim, yang telah ia dengungkan sejak menahkodai daerah ini Agustus 2022 lalu. (*
Beri Motivasi, Ketua TP-PKK Koltim Hartini Azis sambangi Posyandu Kelurahan Ladongi
Gerakan Membangun dan Melayani Masyarakat (GEMAS) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Ladongi kembali Melaksanakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting, bertempat di Posyandu Samaturu, Kelurahan Ladongi, Senin (22/7/2024).
Tujuan pelaksanaan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting yaitu mendeteksi dini masalah gizi, memberikan edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran dan melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran ke Posyandu.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementrian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/B/716/2024 tentang Pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting dan Surat Pelaksanaan Kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Daerah nomor 400.5.3/3161/.
Pencegahan ini melalui kegiatan pemeriksaan, pengukuran dan penimbangan di seluruh posyandu secara serentak, dengan sasaran meliputi ibu hamil, calon pengantin, serta bayi dan balita.
Kegiatan ini dihadiri dan ditinjau langsung langsung oleh Ketua TP-PKK Kab. Kolaka Timur Nyonya Hartini Azis, A.Ma bersama rombongan, Camat Ladongi, Lurah Ladongi, Kapus Ladongi, Ketua TP-PKK Kec. Ladongi dan seluruh jajarannya, serta ratusan masyarakat setempat.
Ketua TP-PKK Koltim, Nyonya Hartini Azis merasa sangat bahagia karena antusias masyarakat Kelurahan Ladongi dalam kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting yang dilaksanakan hari ini dan berharap anak-anak balita sehat selalu dan tumbuh dengan baik.
“Kami berharap semoga semua anak-anak balita kita tumbuh sehat, berkembang sesuai umur, dan mudah-mudahan mereka menjadi anak yang lebih ceria lagi”, harapnya.
Hasriani (38) warga Kelurahan Ladongi mengatakan dirinya bersama masyarakat sangat senang dan termotivasi atas hadirnya secara langsung Ketua TP-PKK Kabupaten Kolaka Timur.
“Alhamdulillah kami sangat senang atas hadirnya Ibu Hartini Azis selaku Ketua TP-PKK Kabupaten Kolaka Timur dan rombongan dalam kegiatan posyandu hari ini, yang mana hal itu menambah semangat dan memberikan motivasi serta kami juga menjadi lebih tahu apa itu stunting dan bagaimana cara mencegahnya”, ucapnya.
Untuk diketahui, dalam mewujudkan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting tersebut, maka calon pengantin wajib untuk: Skrining layak hamil, Pengukuran lingkar lengan atas (LILA), dan Intervensi sesuai tata laksana.
Sedangkan untuk bayi dan balita wajib untuk: Penimbangan berat badan, Pengukuran panjang badan (PB) atau tinggi badan (TB), Pengukuran lingkar lengan atas (LILA) dan lingkar kepala (LIKA), dan Intervensi sesuai tata laksana.
Dan untuk ibu hamil wajib untuk: Penimbangan berat badan (BB), Pengukuran lingkar lengan atas (LILA), dan Intervensi sesuai tata laksana. (**)
Comment