PLN Ranting Waepandan Mati Suri, Ateng Facey Minta Pegawai Dievaluasi

MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Himpunan Mahasiswa Air Ternate (HIPMA) Cabang Namlea, Kabupaten Buru, Maluku menduga meminta PT PLN Rayon Namlea untuk segera evaluasi pegawai PLN Ranting Waepandan, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan.

Ketua umum HIPMA Cabang Namlea, Ateng Facey menduga bagian jaringan PLN Ranting Waepandan mati suri sehingga luput dari pelayanan terhadap konsumen listrik di beberapa desa.

“Diantaranya Desa Batu Layar, Siopot, Walbele, Sekat dan Waimulang, sehingga masyarakat marah dan hampir tidak percaya lagi dengan PLN ranting Waepandan. Sikap acuh pegawai PLN bagian jaringan tidak selaras dengan amanah Undang-undang nomor 30 tahun 2009 tentang ketenaga listrikan,” ucap Ateng Facey, di Namlea, Minggu (2/4/2023).

Menurutnya kinerja bagian jaringan PLN Ranting Waepandan harus dievaluasi oleh PLN Rayong Namlea, agar masyarakat terus taruh percaya kepada PLN Ranting Waepandan.

“Maka sikap PLN Rayon Namlea kepada pegawai PLN Ranting Waepandan harus jelas,” tegasnya.

Ateng Facey menyayangkan kepura puraan dalam kerja melayani masyarakat di Kecamatan Kepala Madan itu oleh pihak PLN Ranting Waepandan.

Bacaleg DPRD Kabupaten Buru Selatan ini menduga cekcok internal antara kepala ranting dengan bagian jaringan membias pada padamnya lampu di beberapa desa.

“Negara lewat BUMN memperkerjakan pegawai PLN itu harus utamakan kepentingan masyarakat, bukan kah nawa cita negeri listrik menerangi negeri, harusnya dalam momentum bulan puasa kita saling memahami dan menghargai kenyamanan dalam pendistribusian arus listrik,” tandasnya. (**)

Comment