Satukan Pelajar se-Sultra, SMA N 2 Kendari Gelar SMADA CUP Volume 3

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Untuk mempersatukan semua pelajar yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya di Kota Kendari dengan berbalut olahraga, SMA Negeri 2 Kendari menggelar SMADA CUP Volume 3.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kendari Sujarwin, mengatakan bahwa SMADA CUP merupakan agenda favorit dari OSIS SMA Negeri 2 Kendari, dimana untuk tahun 2022 ini merupakan agenda yang ketiga kalinya.

Ia membeberkan, kegiatan yang berpusat di SMA Negeri 2 Kendari ini akan diikuti oleh SMA ataupun SMK dari berbagai Kabupaten Kota di Provinsi Sultra.

“Seperti Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Selatan hingga Kabupaten Kolaka,” katanya, Senin (14/11/2022).

SMADA CUP Volume 3 tersebut, akan berlangsung selama 8 hari, yang di mulai pada, 14-21 November 2022, dengan mempertandingkan 3 cabang olahraga, yaitu futsal, bola voli dan basket, baik untuk kategori Putra maupun Putri.

“Untuk cabang futsal ada 19 sekolah, voli 17 sekolah kategori putra dan 13 sekolah kategori putri dan basket ada 6 tim yang berlaga,” sebutnya.

Selain sebagai ajang mempersatuka dan silaturahmi antar pelajar maupun sebagai pengembangan minat bakat di bidang olahraga. Giat itu juga kata dia, diharapkan dapat melahirkan atlit unggulan yang nantinya dapat mewakili Kota Kendari bahkan Provinsi Sultra.

“Siapa tau besok-besok bisa dilirik daerah karena memiliki potensi yang bisa dikembangkan,” pungkasnya.

Tempat sama, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu, yang turut hadir dalam giat tersebut mengatakan bahwa, kompetisi olahraga SMADA CUP Volume 3 itu menjadi ajang mencari bibit unggul atlit di Kota Kendari.

Sehingga ia berharap, giat tersebut dapat menghasilkan juara yang memang memiliki prestasi untuk tingkat SMA dan SMK, sehingga nantinya bisa mewakili Sultra pada forum yang lebih besar atau tingkat nasional.

Untuk itu ia berpesan kepada para peserta SMADA CUP Volume 3 agar menjaga sportifitas.

“Walaupun sifatnya kompetisi tapi menang dan kalah adalah sesuatu yang biasa, yang paling penting adalah prestasi yang dihasilkan bisa membanggakan sekolah masing-masing,” ujarnya.

Lanjut, ia berpesan agar SMADA CUP Volume 3 itu tidak hanya dijadikan sebagai seremonial untuk program semata, namun dapat dijadikan sebagai bagian dari materi pembelajaran di sekolah.

“Pembinaan dan pelatihan jangan hanya dilakukan pada saat akan bertanding atau berkompetisi saja, sehingga hasilnya tidak maksimal,” tutupnya. (**)

Comment