WAKATOBI, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) dimasa kepemimpinan Bupati Haliana dinilai gagal dalam melayani masyarakat.
Hal tersebut lantaran, setelah program unggulan Bupati Wakatobi, Haliana tentang ketahanan pangan bawang merah dan udang vaname mengalami kegagalan. Kini giliran program kapal murah KM. Cantika Lestari 8F rute Wanci (Wakatobi) – Wa Ode Buri (Butur) – Kendari dan atau sebaliknya berhenti beroperasi sejak beberapa pekan lalu.
Hal itu semakin menambah kekecewaan masyarakat Wakatobi terhadap kinerja Bupati dalam melayani kebutuhan masyarakat. Sehingga masyarakat menilai janji itu hanya program tipu-tipu yang sengaja Haliana sampaikan saat kampanye Pilkada 2020 lalu, hanya untuk mendulang suara sehingga dapat memimpin kabupaten kepulauan tersebut.
“Saya kecewa dengan program Bupati yang hampir semuanya gagal. Katanya Wakatobi sentosa. Wakatobi perubahan, perubahan kearah yang lebih buruk dan masyarakat semua menjerit,” kata Noval, warga Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Sabtu (3/9/2022).
Noval menjelaskan awal dihadirkan KM. Cantika ke Wakatobi beberapa bulan lalu, ia berharap akan lebih ekonomis dan memudahkan perjalanan transportasi laut dari Wakatobi ke Kendari.
Tapi sayang sekali, kata dia, program itu hanya berjalan beberapa saat saja. Bahkan, setelah KM Cantika Lestari 8 F hengkang dari Wakatobi, Haliana selaku Bupati tidak mampu menghadirkan solusi.
Tak hanya itu, bahkan Pesawat Wings Air yang melayani rute Wanci – Kendari pun ikut berhenti beroperasi.
“Ini kegagalan terbesar pemimpin Wakatobi sepanjang sejarah mekarnya kabupaten ini dari Kabupaten Buton. Semua pembangunan yang diletakkan oleh dua pemimpin sebelumnya malah hancur lebur direzim Haliana ini,” cetusnya.
Dia berharap kepada seluruh masyarakat Wakatobi agar menjadikan ini sebagai pelajaran berharga kedepannya.
“Silahkan masyarakat rasakan sendiri kehancuran Wakatobi sekarang ini. Pasar sunyi, ekonomi hancur, devisit APBD Rp84 M. Pemimpin seperti inikah yang akan kita pilih untuk kedua kalinya,” akunnya.
Dia juga meminta kepada Haliana agar mengurungkan niatnya kembali maju pada Pilkada 2024 mendatang, jika masih mengadopsi gaya kepemimpinan yang otoriter dan janji tipu-tipu.
“Cukup satu periode saja kalau seperti ini bobroknya daerah. Yang dia tau hanya pencitraan. Urus proyek dibagi-bagi oleh kerabat dekatnya yang menjabat anggota DPRD tanpa perhatikan nasib rakyatnya,” pungkasnya. (**)
Comment