BAUBAU, EDISIINDONESIA.id– Menyikapi kenaikan laju inflasi dan menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kota Baubau menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kegiatan yang berpusat di Lapangan Lembah Hijau, Kota Baubau ini dibuka secara resmi pada Kamis (21/5/2026) oleh Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam.
Program ini merupakan wujud intervensi nyata pemerintah untuk mencegah lonjakan harga barang kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan, sekaligus memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau di bawah harga pasaran.
Dalam sambutannya, La Ode Darus Salam menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Kota Baubau telah melaksanakan kegiatan serupa secara mandiri pada rentang tanggal 18 hingga 20 Mei 2026.
Kini, upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sultra yang akan berlangsung selama tiga hari, hingga tanggal 23 Mei 2026.
“Mulai hari ini, kerja sama kami perluas bersama Pemprov Sultra untuk melaksanakan Gerakan Pangan Murah selama tiga hari ke depan. Langkah ini kami ambil mengingat sejumlah komoditas strategis mulai mengalami kenaikan harga di pasaran, seperti beras, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih hingga telur ayam,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan dapur dengan harga yang jauh lebih murah dan meringankan beban pengeluaran keluarga.
Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra, Aristos, mengungkapkan kegiatan ini merupakan respons cepat atas instruksi Gubernur Sultra menyusul rilis data Badan Pusat Statistik (BPS).
Berdasarkan data tersebut, Kota Baubau tercatat sebagai daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Sulawesi Tenggara di antara empat kabupaten/kota perwakilan Indeks Harga Konsumen (IHK), yang mencapai angka 4,08 persen.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk respons cepat pemerintah provinsi untuk melakukan intervensi pasar dan menekan laju inflasi yang terjadi di Kota Baubau,” tegas Aristos.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan selama tiga hari, pemerintah telah menyiapkan pasokan bahan pokok bersubsidi yang cukup melimpah, meliputi 5 ton beras SPHP dari Bulog, 2 ton beras kualitas premium, minyak goreng jenis Minyakita dan Premium, serta bawang merah, bawang putih, dan berbagai bumbu dapur lainnya.
Aristos menambahkan, penanganan inflasi di Kota Baubau saat ini dilakukan secara terpadu dan melibatkan berbagai instansi terkait, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, hingga Dinas Pertanian.
“Semua elemen bergerak bersama-sama untuk mengendalikan harga. Kami berharap sinergi lintas sektor ini mampu menstabilkan harga pangan di pasaran serta benar-benar meringankan beban masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha nanti,” pungkasnya.(**)
Comment