Waspada! THR Kamu Bisa Jadi Sasaran Para Pelaku Kejahatan Siber

EDISIINDONESIA.id – Momen pencairan tunjangan hari raya (THR) yang dinanti-nanti para pekerja kini menjadi sasaran empuk bagi para pelaku kejahatan siber.

Data terbaru dari VIDA sepanjang 2025 menunjukkan adanya lonjakan signifikan kasus penipuan digital yang bertepatan dengan periode distribusi THR dan meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat menyambut Idulfitri.

Founder & Group CEO VIDA Niki Luhur memperingatkan bahwa pelaku kejahatan terus beradaptasi dengan sistem keamanan yang ada. Momentum Lebaran dimanfaatkan karena tingginya mobilitas dan kelengahan masyarakat akibat euforia belanja maupun persiapan mudik.

“Penipuan selalu beradaptasi. Mereka memanfaatkan celah keamanan, kelemahan literasi digital, serta momentum tertentu untuk melancarkan aksinya,” ujar Niki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/3).

Niki membedah setidaknya ada dua metode utama yang paling sering menjerat korban setiap momen Lebaran.

Pertama, phising dan mishing atau penipuan dengan modus pesan palsu. Pelaku menyamar sebagai instansi logistik atau pengirim promo Ramadan melalui SMS atau pesan instan. Mereka memancing korban mengklik tautan (link) untuk mencuri username, password, dan kode OTP.

Metode ini menggunakan perangkat pengirim pesan massal yang membuat pesan seolah-olah berasal dari institusi resmi sehingga tampak sangat meyakinkan bagi penerima.

Kedua, malware via file APK. Korban dipancing mengunduh aplikasi berbahaya yang disamarkan sebagai dokumen penting, seperti status pengiriman paket, undangan pernikahan, hingga info diskon Lebaran. Begitu terpasang, pelaku bisa memantau gawai dari jauh dan menguras informasi sensitif termasuk data perbankan.

Menurut Niki, mengandalkan password saja kini tidak lagi cukup. Era digital yang kompleks menuntut perlindungan ganda pada dua aspek krusial, yaitu perangkat fisik (ponsel/laptop) dan identitas biometrik.

Perangkat sering kali menjadi gerbang menuju layanan finansial sehingga perlindungan tambahan seperti enkripsi dan verifikasi biometrik menjadi harga mati agar akses krusial tidak mudah dibobol.

Gerakan #JanganAsalKlik Sebagai langkah preventif, VIDA menggaungkan gerakan #JanganAsalKlik. Masyarakat diimbau untuk lebih teliti dan tidak terburu-buru saat menerima pesan dari nomor tak dikenal. Jangan sembarang mengklik tautan yang mencurigakan.

Jangan mengunduh aplikasi di luar toko resmi (Play Store/App Store). Jangan membagikan informasi pribadi atau kode OTP kepada siapa pun.

“Ketelitian adalah kunci agar dana THR yang sudah dikumpulkan tidak hilang sekejap akibat kecerobohan digital,” pungkas Niki. (edisi/jpnn)

Comment