Pasar Wua-Wua Kendari Bakal Jadi Surga Thrifting, Perumda Pasar Siapkan Kejutan untuk Penggemar Pakaian Bekas

KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Ada kabar gembira buat kamu yang suka thrifting alias berburu pakaian bekas! Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Kendari punya rencana keren untuk menghidupkan kembali Pasar Wua-Wua, yaitu dengan menyulapnya menjadi pusat penjualan pakaian bekas alias thrifting!

Direktur Perumda Pasar Kota Kendari, Asnar, menjelaskan bahwa konsep pasar tematik ini dipilih untuk mengumpulkan para pedagang pakaian bekas yang selama ini tersebar di berbagai sudut Kota Kendari.

“Pasar baru atau Pasar Wua-Wua sengaja kami ingin jadikan pasar tematik, pilihannya pasar pakaian bekas. Kami ingin mengumpulkan pedagang yang selama ini tersebar di berbagai tempat di Kota Kendari,” ujar Asnar.

Dengan menyatukan para pedagang di satu lokasi, diharapkan tercipta pusat perdagangan yang lebih teratur dan mudah diakses. Selain itu, pasar tematik ini diharapkan menjadi daya tarik bagi pembeli karena fokus pada satu jenis barang.

Asnar menambahkan, revitalisasi Pasar Wua-Wua ini juga merupakan upaya Perumda Pasar untuk memanfaatkan aset daerah secara optimal. Pasar yang sudah lama kurang aktif ini perlu inovasi agar kembali hidup.

“Ini bertujuan untuk menghidupkan kembali Pasar Wua-Wua yang sudah lama tidak aktif. Harapannya bisa memancing pedagang lainnya kembali berjualan di pasar tersebut,” jelasnya.

Jika aktivitas perdagangan mulai ramai, bukan tidak mungkin komoditas lain juga akan ikut meramaikan pasar. Dengan begitu, Pasar Wua-Wua bisa kembali menjadi salah satu pusat ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

“Kami mengimbau kepada para pedagang yang pernah berdagang dipasar Wua-wua untuk kembali di pasar Wua-wua,” tambahnya.
Terkait dugaan kebijakan ini melanggar aturan Kementerian Keuangan, Asnar menegaskan bahwa pihaknya tidak berniat melakukan pelanggaran. Menurutnya, langkah ini semata-mata bertujuan untuk membantu pedagang kecil dan menghidupkan kembali ekonomi pasar.

“Tidak ada niat untuk melanggar aturan. Kami hanya ingin menghidupkan pasar dan membantu para pedagang,” tegasnya.

Perumda Pasar terbuka terhadap evaluasi dan masukan dari berbagai pihak agar pengelolaan pasar berjalan sesuai aturan.

Ia berharap rencana pasar tematik ini bisa menjadi solusi bagi pedagang pakaian bekas dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Kendari.(**)

 

 

Comment