Profil Luky Alfirman, Pernah Dicopot Purbaya Gegara Motor Listrik MBG dan Kembali Jabat Wamenkeu

EDISIINDONESIA.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle terhadap sejumlah pejabat di Kabinet Merah Putih.

Ada 16 nama yang dilantik, mulai dari menteri, wakil menteri, hingga kepala dan wakil kepala badan.

Prabowo turut melantik Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurcholisoh Ibnu Aman dan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Luky Alfirman yang bukan merupakan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Demi Tuhan saya berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya,” ujar Prabowo diikuti oleh pejabat yang dilantik, di Istana, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pernah dicopot Purbaya

Di era kepemimpinan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Luky pernah dicopot dari posisinya sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu.

Saat itu, Luky dicopot bersamaan dengan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu sejak 21 April 2026.

Purbaya menyebut keputusan ini terkait dinamika internal. Ia menyinggung adanya bawahan yang tidak sejalan saat menerima arahan pimpinan. Isu lain juga mencuat dari internal kementerian.

Purbaya menilai ada penyebaran informasi yang tidak akurat dan berpotensi merusak kredibilitas pemerintah. Salah satu narasi yang beredar menyebut kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN dalam keadaan kritis.

“Yang pertama katanya uangnya cuma tiga minggu habis. Terus sekarang keluar lagi tinggal Rp 120 triliun (SAL),” kata Purbaya dalam Media Briefing di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Purbaya Yudhi Sadewa sempat menjawab isu pencopotan Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan Luky Alfirman karena meloloskan anggaran pengadaan motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“(Dirjen Anggaran dicopot karena) motor MBG, mungkin, Anda tebak saja sendiri,” kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Profil Luky Alfirman

Luky Alfirman menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung dan meraih gelar Sarjana Teknik Industri pada 1994. Ia memulai karier di Kementerian Keuangan pada 1 Maret 1995 di Direktorat Jenderal Pajak.

Ia sempat menjabat Kepala Subbagian Kelembagaan dan Pelaporan serta Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan. Ia juga terlibat dalam program reformasi administrasi perpajakan.

Luky pernah menjadi Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama. Ia kemudian bertugas di Badan Kebijakan Fiskal dan memimpin berbagai unit kebijakan ekonomi. Ia menjabat Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara pada 2017.

Ia lalu dipercaya sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko pada tahun yang sama. Pada 2022, ia dilantik sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Ia kemudian menjabat Direktur Jenderal Anggaran sejak 23 Mei 2025. (edisi/kompas)

Comment