Diduga Akibat Tumpukan Sisa Pembakaran Batu Bara PT OSS dan VDNI, Tanah di Desa Porara Turun

KONAWE, EDISIINDONESIA.id – Bencana ekologis berupa tanah turun telah terjadi di Desa Porara, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Warga Kecamatan Morosi, Anas Padil, menyatakan lokasi tanah turun tersebut merupakan bekas tambak masyarakat setempat yang kemudian dibeli oleh PT OSS dan PT VDNI.

Di lokasi itu terdapat dua tumpukan sisa pembakaran batu bara (fly ash dan bottom ash) yang diduga milik kedua perusahaan.

“Itu sisa pembakaran batu bara fly ash dan bottom ash yang ditumpuk di situ. Ada dua tumpukan di situ, masing-masing milik PT OSS dan VDNI,” kata Anas saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Sisa pembakaran tersebut ditumpuk menyerupai gunung. Karena lokasi dasarnya merupakan lapisan lumpur, beban berat dari tumpukan tersebut menyebabkan pergeseran lapisan tanah.

Anas menduga kuat bahwa fenomena ini disebabkan oleh tumpukan tersebut.

Tanah turun telah menyebabkan saluran air terhambat, yang berakibat pada kerugian materil bagi masyarakat penambak. Saluran itu menjadi sumber pengairan utama tambak warga.

Selain itu, fenomena yang sama juga pernah terjadi pada bulan Agustus 2025 di Desa Kapoila Baru, Kecamatan Kapoila.

Anas menerangkan bahwa telah dilakukan rapat pendengaran bersama DPRD Konawe dan akan segera dilakukan peninjauan lapangan.

Warga berharap masalah ini segera mendapat perhatian dari perusahaan dan Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Sebagai catatan, media ini sementara sedang melakukan upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait mengenai fenomena tanah turun tersebut.(**)

Comment