Rupiah Terus Terpuruk, Sentuh Nila8 Rp17.654 Per Dolar AS Pagi Ini

EDISIINDONESIA.id – Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (18/5/2026) pagi. Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan mata uang Negeri Paman Sam akibat meningkatnya tensi geopolitik global.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terkoreksi 58 poin atau 0,33% ke posisi Rp 17.654,5 per dolar AS. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, rupiah berada di level Rp 17.597 per dolar AS.

Penguatan dolar AS terjadi setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia dan aksi jual obligasi global sehingga menekan minat investor terhadap aset berisiko.

Mengutip Reuters, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama dunia pada perdagangan Senin. Mata uang euro tercatat turun lebih dari 0,1% ke level US$ 1,16, sementara poundsterling melemah lebih dari 0,1% menjadi US$ 1,33.

Mata uang berbasis komoditas seperti dolar Australia juga mengalami tekanan. Dolar Australia turun 0,4% menjadi US$ 0,71, sedangkan dolar Selandia Baru relatif stabil di posisi US$ 0,58.

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang tercatat melemah dengan kurs USD/JPY berada di level 158,94 atau melemah 0,13%. Dolar Singapura turun 0,07%, dolar Taiwan melemah 0,24%, sementara won Korea Selatan tertekan cukup dalam hingga 0,52%.

Selain itu, peso Filipina turun 0,03%, rupee India melemah 0,21%, yuan China terkoreksi 0,07%, ringgit Malaysia turun 0,56%, dan baht Thailand melemah 0,22% terhadap dolar AS.

Di antara mata uang Asia, hanya dolar Hong Kong yang tercatat masih menguat tipis dengan USD/HKD berada di level 7,8303.

Pelaku pasar saat ini masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong inflasi global melalui kenaikan harga energi serta memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia. (edisi/bs)

Comment