Dipicu Cemburu dan Miras, Pemuda Dibacok Parang Saat Hadiri Pesta Ulang Tahun di Soropia

KONAWE, EDISIINDONESIA.id – Sebuah peristiwa penganiayaan dengan senjata tajam terjadi di Villa Athana, kawasan Tapulaga, Kecamatan Soropia, pada dini hari Minggu (4/5/2026).

Seorang pemuda berinisial P (22) menjadi korban luka bacok akibat serangan yang diduga dipicu rasa cemburu dan pengaruh minuman keras. Pelaku diketahui berinisial A (20).

Kepala Kepolisian Sektor Soropia, M. Rijal, menjelaskan bahwa kejadian berawal dari acara perayaan ulang tahun Hj. Marwah. Rombongan yang berjumlah sekitar 30 orang telah tiba di lokasi sejak Minggu sore, 3 Mei 2026, sekitar pukul 13.00 WITA untuk merayakan acara tersebut.

Menjelang malam, tepatnya sekitar pukul 22.30 WITA, korban datang ke lokasi bersama lima anggota keluarganya menggunakan mobil. Tak lama berselang, seorang saksi bernama Asnia juga tiba dengan sepeda motor untuk turut hadir dalam acara tersebut.

Suasana pesta terus berlangsung hingga dini hari, dan tepat pukul 24.00 WITA, korban bersama sejumlah rekannya—yaitu Prima, Aldi, Yogi, Asnia, dan Alda—mengonsumsi minuman keras jenis wiski yang dicampur dengan minuman berenergi.

Situasi berubah drastis sekitar pukul 02.45 WITA, ketika Asnia yang merupakan pacar pelaku, menghubungi A untuk menjemputnya. Sekitar pukul 03.00 WITA, pelaku pun datang ke lokasi bersama seorang rekannya dengan mengendarai sepeda motor.

Tanpa banyak bicara, begitu tiba di tempat kejadian, pelaku langsung menyerang korban yang saat itu sedang duduk membelakangi arah datangnya pelaku. Menggunakan sebilah parang, A membacok bagian belakang kepala dan punggung kanan korban hingga mengakibatkan luka serius.

Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban segera berupaya melerai dan menahan pelaku agar tidak melarikan diri. Namun, teman yang ikut bersama pelaku turun tangan membantu, sehingga terjadi perlawanan fisik yang cukup sengit.

Akibatnya, pelaku berhasil lolos dan kabur meninggalkan lokasi, sementara rekannya yang ikut diamankan oleh pihak korban.

“Ketika penganiayaan terjadi, teman-teman korban langsung melerai dan mencoba menahan pelaku. Namun rekannya ikut membantu melawan, sehingga pelaku berhasil melarikan diri,” jelas Kapolsek Soropia.

Sekitar 20 menit setelah kejadian, situasi kembali memanas ketika pelaku dikabarkan datang lagi ke lokasi bersama sekitar enam orang rekannya. Diduga mereka berniat melakukan serangan lanjutan.

Namun, saat tiba di pos penjagaan keamanan, rombongan tersebut bertemu dengan rekannya yang sebelumnya diamankan dan mendapatkan penjelasan mengenai situasi yang sedang terjadi. Akhirnya, rencana penyerangan dibatalkan dan mereka memilih meninggalkan lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku utama agar dapat segera ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.(**)

Comment