KONAWE, EDISIINDONESIA.id – Proses seleksi atlet bola voli Kabupaten Konawe untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara 2026 menuai polemik panas. Sejumlah pihak menyoroti ketidaktransparanan dan kejanggalan yang terjadi, termasuk adanya nama-nama yang dinyatakan lolos meski tidak mengikuti tahapan uji coba.
Salah seorang pelatih, Edwin, menyayangkan keputusan panitia yang dinilai tidak profesional dan menimbulkan tanda tanya besar. Menurutnya, dirinya dan para atlet telah mengikuti seluruh tahapan seleksi resmi yang dijadwalkan pada 10 hingga 12 April 2026.
Namun, situasi berubah setelah panitia tiba-tiba menggelar seleksi ulang atau susulan pada 19 April 2026. Dari hasil seleksi tersebut, muncul fenomena aneh di mana tiga atlet berinisial DL, RD, dan PN justru dinyatakan lolos, padahal tidak tercatat mengikuti seleksi awal.
“Semua yang mendaftar secara online sudah ikut seleksi sesuai jadwal. Tapi kenapa ada nama yang tidak ikut seleksi justru masuk?” ungkap Edwin dengan nada kecewa, Senin (21/4/2026).
Edwin juga mempertanyakan alasan panitia membuka kembali seleksi di luar jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya. Ia menilai kebijakan tersebut menimbulkan kesan kuat adanya praktik tidak adil atau pola “titipan” yang merugikan atlet lain yang sudah berjuang mengikuti seleksi dari awal.
“Kenapa lagi dilakukan seleksi susulan? Ada apa ini, apakah mau pakai pola lama lagi, yaitu merekrut atlet titipan?” tegasnya.
Ia menuntut panitia seleksi dan pengurus cabang olahraga bersikap transparan. Penjelasan terbuka dinilai perlu untuk menjaga integritas olahraga daerah dan menghindari spekulasi negatif yang berkembang di masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia maupun Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Konawe, Mashuri, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan masuknya atlet yang tidak mengikuti seleksi tersebut.(**)
Comment