Hanya Jadi Pajangan, Puluhan Mobil Operasional Kopdes Tidak Bisa Digunakan

EDISIINDONESIA.id- Sebuah ironi terjadi di Kabupaten Wonogiri. PT Agrinas Pangan Nusantara telah mendistribusikan mobil operasional merek Mahindra jenis Scorpio kepada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sejak Jumat (17/4/2026).

Namun, ironisnya, puluhan unit mobil mewah tersebut kini hanya terparkir rapi di gedung koperasi dan belum bisa digunakan. Pasalnya, Koperasi Desa Merah Putih di wilayah tersebut dilaporkan masih belum beroperasi.

Sebanyak 50 unit kendaraan operasional tersebut dibagikan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di 25 kecamatan yang ada di Wonogiri. Distribusi dilakukan di Makodim 0728/Wonogiri pada Sabtu (18/4/2026). Awalnya hanya tiga unit yang tiba, namun jumlahnya terus bertambah hingga memenuhi area Makodim pada malam hari.

Komandan Kodim 0728/Wonogiri, Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihuan, mengungkapkan bahwa total ada 50 unit kendaraan yang didistribusikan dalam tahap awal ini, diperuntukkan bagi KDKMP yang pembangunan gedungnya sudah rampung.

Selain mobil operasional, sebanyak 100 unit pendingin ruangan (AC) juga disalurkan untuk menunjang operasional koperasi, yang informasinya akan dipasang pada Senin mendatang.

Meskipun sudah dibagikan, mobil Mahindra buatan India ini belum diizinkan untuk digunakan. Dandim Rodricho Ivan Pattihuan menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menghindari risiko kerusakan sebelum operasional koperasi benar-benar berjalan.

“Kalau digunakan itu buat apa? Kalau ada apa-apa ke kendaraannya bagaimana?” tuturnya. Ia menginstruksikan agar seluruh kendaraan disimpan di gedung koperasi masing-masing dan diawasi ketat oleh Danramil setempat. “Saran saya memang tidak usah digunakan dulu mobilnya. Iya (diparkir) dulu. Saran saya diparkir di koperasi,” tegasnya.

Pihaknya mengaku masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pihak terkait mengenai perawatan, servis, hingga garansi kendaraan.

Di sisi lain, proses pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih masih menghadapi berbagai kendala. Hingga Sabtu siang, tercatat ada 281 unit KDKMP yang masih dalam tahap pengerjaan. Sebanyak 154 di antaranya telah rampung dibangun, namun 13 desa/kelurahan lainnya bahkan belum memulai pembangunan.

Ivan menjelaskan, kendala utama pembangunan KDKMP, terutama di wilayah perkotaan, adalah keterbatasan lahan. “Kendala di lahan. Lahannya kurang luas. Kelurahan utamanya di wilayah perkotaan. Sebenarnya ada lahan tapi lahan kurang luas. Di Indonesia ada banyak yang lahannya kurang luas,” bebernya.

Ia juga menyebut sempat muncul konsep desain KDKMP baru untuk wilayah dengan keterbatasan lahan, namun hingga kini belum ada petunjuk lebih lanjut dan masih terus diupayakan pencarian alternatif lahan yang sesuai ketentuan.

Rencananya, KDKMP akan diresmikan secara serentak secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, meskipun jadwal pastinya masih menunggu informasi lebih lanjut.(edisi/fajar)

Comment