KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Bangsa Kendari mencetak ratusan alumni, sekiranya 279 pada wisuda ke-16.
Kegiatan ini dikemas dalam sidang senat terbuka yang dirangkaikan dengan dies natalis ke-23 STIMIK Bina Bangsa Kendari, bertempat di Claro Hotel Kendari, Senin (2/12/2024).
Ketua Yayasan Bina Bangsa Kendari Muliati Saiman, mengatakan bahwa Yayasan Bina Bangsa telah berkomitmen untuk selalu berkontribusi terhadap dunia pendidikan khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Salah satunya yaitu dengan memberikan kesempatan kepada dosen-dosen STMIK Bina Bangsa Kendari melanjutkan studi untuk mendapatkan gelar magister dan doktor.
“Keseluruhan biaya tersebut ditanggung oleh yayasan, pihak yayasan juga akan memberikan beasiswa kepada wisudawan terbaik untuk lanjut studi program pascasarjana,” bebernya.
Muliati menyampaikan bahwa Yayasan Bina Bangsa selama ini juga telah berkontribusi kepada masyarakat luas dengan biaya pendidikan yang begitu rendah di bawah standar yakni Rp 1.850.000 dengan diangsur tiga kali per semester.
Selain itu, Yayasan Bina Bangsa juga banyak membantu mahasiswa seperti para penyandang disabilitas, dengan memberikan kompensasi biaya kuliah agar bisa tetap melanjutkan studi tepat waktu di STMIK Bina Bangsa Kendari.
“Kita semua harus berbangga, satu-satunya kampus IT Sulawesi Tenggara yang telah menyandang akreditasi baik sekali adalah kampus STMIK Bina Bangsa Kendari,” ujarnya dihadapan wisudawan.
Lanjut, dalam kesempatan tersebut Muliati juga memohon doa dan restu agar penambahan program studi dan juga Perubahan status dari sekolah tinggi ke Universitas segera terwujud.
Sementara itu, Plt. Ketua STIMIK Bina Bangsa Kendari, Omar Wahid dalam kesempatan tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada para mahasiswa, orang tua dan semua pihak yang telah dengan sabar menanti proses akademik tersebut.
“Seperti yang kita ketahui bersama, pelaksanaan wisuda beberapa tahun ini mengalami penundaan yang disebabkan oleh proses pembinaan,” katanya.
Hal ini menurutnya menjadi ujian tersendiri bagi semua pihak civitas STMIK Bina Bangsa Kendari. Penundaan ini kata dia, bukanlah sesuatu yang diinginkan tetapi sebuah langkah yang penting yang harus dijalani demi memastikan bahwa institusi dikelola dengan lebih baik, profesional dan sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi.
“Pembinaan yang telah kami jalani adalah bagian dari upaya kita bersama untuk memperbaiki dan memperkuat pondasi institusi ini. Kami bersyukur bahwa proses tersebut kini telah selesai dengan baik dan STMIK Bina Bangsa telah kembali menjalankan fungsinya secara penuh sebagai institusi pendidikan tinggi yang siap melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi,” ujarnya.
Lanjut yang menyampaikan bahwa STMIK Bina Bangsa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami percaya bahwa dengan semangat kebersamaan, kerja keras dan dukungan dari semua pihak istimik Bina Bangsa akan semakin maju dan mampu mencetak lulusan-lulusan yang membanggakan,” pungkasnya. (**)
Comment