EDISIINDONESIA.id- Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat anggaran indikatif sebesar Rp240,2 triliun untuk tahun 2027. Dari jumlah tersebut, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat porsi terbesar yakni Rp232,51 triliun.
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, pagu tersebut telah mencerminkan efisiensi sebesar Rp30 triliun dari rencana awal yang semula mencapai Rp270,2 triliun.
“Anggaran khusus Bantuan Pemerintah (Banper) disesuaikan dari yang semula direncanakan Rp262 triliun menjadi Rp232 triliun,” ujar Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis 17 September 2026.
Penetapan alokasi ini berlandaskan Surat Bersama Pagu Anggaran (SBPA) Menteri Keuangan Nomor S-483/MK.03/2026 dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor T-767/D.9/PP.04.12/08/2026 tertanggal 5 Agustus 2026.
Rinciannya, dari total anggaran BGN, sebesar Rp7,36 triliun dialokasikan untuk belanja operasional — terdiri dari Belanja Operasional Pegawai Rp7,19 triliun dan Belanja Operasional Barang Rp176,78 miliar. Sementara itu, belanja non-operasional mendapat Rp232,84 triliun untuk mendukung program utama, di mana MBG menjadi penerima terbesar dengan Rp232,51 triliun.
Besarnya alokasi MBG sejalan dengan target perluasan penerima manfaat. Pada 2026, BGN menargetkan menjangkau 74,5 juta orang. Hingga 31 Agustus 2026, program ini telah menjangkau 56,9 juta orang atau 76,45 persen dari target, sehingga tersisa sekitar 17,56 juta penerima yang masih harus dipenuhi.
BGN juga mencatat sebanyak 1.653 sekolah elit telah ditetapkan tidak lagi menerima MBG. Sebagai gantinya, layanan akan dibuka dan diperluas ke wilayah 3T — daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Di sisi lain, BGN memperketat pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui penerapan Standar Layanan dan Higiene Sanitasi (SLHS). Unit yang belum memenuhi standar dapat dikenai sanksi penangguhan layanan hingga perbaikan selesai.
Sebagai pembanding, pagu BGN setelah penajaman pada 2026 tercatat sebesar Rp229,75 triliun, di mana Rp221,30 triliun untuk Pemenuhan Gizi Nasional dan Rp218,77 triliun di antaranya dialokasikan untuk MBG.(edisi/rmol)
Comment