PT IPIP Komitmen Terus Majukan Pendidikan dan Perekonomian Lokal

KOLAKA, EDISIINDONESIA.id – Investasi besar perusahaan Zhejiang Huayou Cobalt, pada kawasan Proyek Startegis Nasional (PSN) di PT. Indonesia Pomalaa Industry Part (IPIP) terus menunjukkan komitmen dan langkah nyata yang berkelanjutannya untuk kemajuan ekonomi dan pendidikan masyarakat lokal.

Peningkatan ekonomi lokal, sosial, pemberian bantuan dunia pendidikan, peningkatan infrastruktur jalan desa melalui dana CSR, mengelola lingkungan secara bijak (ESG) dan pemberdayaan masyarakat lokal merupakan prinsip wajip bagi perusahan Zhejiang Huayou Cobalt dalam berinvestasi demi pertumbuhan jangka panjang.

Chief Executive Officer (CEO) PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) Mr. Ning Jiancheng mengungkapkan perusahan Zhejiang Huayou Cobalt yang berpusat di Tiongkok Cina dalam melakukan investasi selalu berkomitmen menjaga integritas dan membangun kepercayaan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

“Perusahan ini akan beraktivitas puluhan bahkan ratusan tahun di kolaka. Sehingga perusahan sangat menjaga kondusifitas investasinya dengan bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat lokal dan terbuka menerimah masukan,” kata Mr. Ning Jiancheng, saat menerimah 30 Ketua Organisasi Adat Tamalaki yang ada di Kolaka, di Kantor HPAL.

Saat ini, lanjut dia PT. IPIP terus melakukan komitmennya dalam berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat. Untuk kemajuan sumber daya manusia (SDM) dan dunia pendidikan, PT. IPIP telah mengirim 25 generasi muda lokal Kolaka untuk belajar bahasa mandarin, bertukar budaya dan PT. IPIP telah bekerjasama dengan 13 Universitas termasuk Universitas 19 November Kolaka.

“Dalam catatan sejarah leluhur, masyarakat Negara Indonesia dan Negara Tiongkok telah lama menjalin hubungan yang baik melalui jalur perdagangan, pendidikan dan adat budaya, sehingga investasi ini merupakan masa depan Bangsa Indonesia dan Bangsa Tiongkok,” ujar Mr. Ning dengan tegas.

Pria yang murah senyum ini, mengharapkan dukungan semua elemen masyarakat untuk menjaga keamanan kawasan industri untuk masa depan bersama. Perusahan juga berkomitmen akan selalu menghargai kearifan lokal, budaya dan adat istiadat lokal.

“Perusahan sangat menghargai kearifan lokal dan berharap bisa tumbuh bersama masyarakat dan memberikan kontribusi nyata yang berkelanjutan. Perusahan bukan hanya berkomitmen membangun ekonomi masyarakat namun juga berkomitmen membangun manusia yang cerdas dan SDM yang unggul, saat ini posisi startegis karyawan sudah mulai diisi masyaraka lokal kolaka,” jelas orang nomor satu di kawasan PT. IPIP ini.

Kawasan Proyek Startegis Nasional PT. IPIP, smelter pengolahan nikel dan baterai kendaraan listrik hasil kerja sama strategis antara Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ladang (Huayou), PT Vale Indonesia Tbk dan perusahaan raksasa otomotif AS Ford Motor. Investasi ini digadang-gadang akan menjadi kawasan Industry terbaik dunia.

Puluhan Ketua Ormas Adat Tamalaki yang hadir dalam silaturahmi ini dari Aliansi Masyarakat Adat Tolaki Mekongga, Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga (Formakom) dan Poros Tengah Mekongga, memberikan dukungan penuhi untuk percepatan pembangunan smelter dalam kawasan PT. IPIP dan berkomitmen bersama untuk menjaga kondusifitas kawasan, memberikan rasa aman bagi semua investasi di tanah mekongga.

“Kami punya beban moral untuk menjaga investasi ini PT. IPIP sampai tetes darah. Tanah Mekongga ini memiliki dianugerahi cadangan SDA yang banyak harus dikelola sepenuhnya untuk kepentingan, kesejahteraan masyarakat lokal dan kemajuan daerah dan bangsa Indonesia,” kata Ketua Tamalaki Wuta Kalosara Sultra, Mansiral Usman.

Ketua Prosda Djabir Lahukuwi menegaskan Ormas adat dan Pemerintahan Daerah Kolaka siap melawan kelompok orang atau oknum yang akan menghambat investasi di tanah mekongga. Ini bukan sekedar warisan untuk anak cucu tapi ini titipan generasi 100 tahun mendatang.

“Kami akan mati, kalau ada kelompok orang yang ingin merusak tatanan investasi. Ini bukan gertakan kami masyarakat kolaka akan bergerak bersama menjaga investasi ini,” imbuh Djabir. (**)

Comment