KOLAKA, EDISIINDONESIA.id— Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda perkebunan warga di Dusun II Padang Loa, Desa Lambolemo, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, pada Kamis (10/09) lalu.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WITA dan menghanguskan kebun cengkeh milik warga seluas sekitar 7,8 hektare. Sementara penyebab kebakaran diduga berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan tanpa pengawasan, namun hal ini masih berupa dugaan awal dan belum dipastikan sepenuhnya.
Begitu menerima laporan, tim gabungan segera turun ke lokasi yang terdiri dari BPBD Kolaka, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI-Polri, Pemerintah Desa Lambolemo, serta warga setempat. Mereka bekerja sama memadamkan api agar tidak meluas lebih jauh.
Upaya pemadaman ternyata tidak mudah. Jalan menuju lokasi berupa tanjakan yang sangat curam, sehingga kendaraan BPBD dan armada pemadam tidak dapat menjangkau titik kebakaran. Demi keselamatan, armada diparkir di jalan utama, sementara petugas dan warga naik ke lokasi dan memadamkan api secara mandiri sesuai kondisi medan.
Berkat kerja sama semua pihak, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 16.39 WITA. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Sebanyak 11 petugas BPBD dan 5 petugas pemadam kebakaran dikerahkan dalam penanganan ini. Turut hadir dan membantu Kapolsek Samaturu, Kepala Desa Lambolemo, serta para Babinsa dan warga setempat.
Luas lahan yang terbakar masing-masing milik warga adalah: Usman 0,5 ha, Ahmad 0,5 ha, H. Amaluddin 1,5 ha, H. Hasan 1,5 ha, Langke 0,4 ha, M. Rafiq 0,5 ha, Amin 0,4 ha, Sudirman 0,5 ha, Sudarmin 0,5 ha, Hasan Basri 0,5 ha, dan H. Agus 1 ha.
Kini situasi di lokasi sudah kembali aman dan tidak ada kebutuhan mendesak. Pemerintah Kabupaten Kolaka mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya Karhutla. Pembakaran sampah maupun lahan tidak boleh dilakukan sembarangan dan harus selalu diawasi. Jika melihat adanya titik api, segera laporkan ke pihak berwajib agar dapat segera ditangani dan kerugian dapat diperkecil.(**)
Comment