Kapolda Sultra: Jaga Bumi Anoa Polri Hadir, Berbuat, dan Memberi Manfaat Nyata bagi Masyarakat

KENDARI, EDISIINDONESIA.id — Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan arahan utama atau Commander Wish kepada seluruh personel Polda Sultra dalam upacara yang berlangsung di Aula Dharana Lastarya, pada Sabtu (12/9/2026). Dengan mengusung semboyan “Jaga Bumi Anoa — Humanis, Profesional”, Kapolda menetapkan arah tugas kepolisian untuk menjaga keamanan, melindungi masyarakat, memelihara lingkungan dan persatuan, serta terus memperkuat kepercayaan publik.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., Irwasda Polda Sultra Kombes Pol. Johanes Pangihutan Siboro, S.H., S.I.K., M.H., para Pejabat Utama, serta perwira dan personel Bintara dari seluruh satuan kerja di lingkungan Polda Sultra.

Dalam arahannya, Kapolda mengingatkan kembali enam pesan Presiden Prabowo Subianto kepada Polri pada peringatan ke-80 Hari Bhayangkara: menjaga kepercayaan rakyat, selalu dekat dengan masyarakat, menegakkan hukum secara adil, meningkatkan kemampuan dan profesionalisme, memperkuat kerja sama dan sinergi, serta terus memperbaiki diri dengan tetap rendah hati. Keenam hal tersebut menjadi dasar utama bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas dan melayani masyarakat.

Selain itu, arahan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., juga menjadi pedoman: Polri tidak boleh menutup diri dari kritik, karena masukan masyarakat adalah sarana perbaikan bagi institusi. Seluruh personel diharapkan semakin mendekat ke warga, hadir memberikan solusi atas berbagai permasalahan, dan menjalankan tugas dengan tulus hati.

Kapolda juga menyoroti sejumlah perhatian khusus, antara lain unjuk rasa, pencurian kendaraan bermotor, peredaran narkoba, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pemalangan jalan pengangkutan. Jajaran diminta menjaga kekompakan internal, meningkatkan pengawasan terhadap sesama anggota, bertindak tegas dalam penegakan hukum, serta menerapkan prinsip tindakan terakhir atau ultimum remedium sesuai aturan yang berlaku.

“Wujudkan wilayah Sulawesi Tenggara yang aman dengan kehadiran anggota Polri yang profesional, bersikap manusiawi, dan menyelesaikan setiap tugas dengan tuntas,” tegas Kapolda.

Untuk mencegah terjadinya konflik di tengah masyarakat, kekompakan dan kerja sama antarinstansi ditempatkan sebagai langkah utama. Kerja sama tiga pilar Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Kepala Desa/Lurah — harus diperkuat sebagai garda terdepan dalam mengenali dan mencegah dini potensi gangguan.

Komunikasi antar-pihak terkait, patroli gabungan yang terpadu, serta penyebaran informasi yang benar untuk menangkal berita bohong juga harus ditingkatkan. Kapolda menekankan agar jajarannya tidak hanya menunggu laporan di kantor, melainkan turun langsung ke tengah masyarakat untuk memahami dan menyelesaikan masalah secara langsung.

Semangat “Polisi Hadir, Berbuat, dan Bermanfaat” menjadi inti arahan tersebut. Dalam menjaga keamanan dan ketertiban, jajaran diminta memetakan potensi gangguan sejak dini, meningkatkan patroli yang tepat sasaran, serta mempererat hubungan dengan tokoh masyarakat. Tujuannya agar potensi konflik dapat dicegah sejak awal, sekaligus menjaga keamanan wilayah dan kenyamanan berinvestasi di Sulawesi Tenggara.

Di bidang pelayanan dan perlindungan masyarakat, Kapolda mengarahkan agar layanan kepolisian semakin mudah, cepat, dan terbuka. Pengawasan juga diperketat guna memastikan bebas pungutan liar serta tanggapan cepat terhadap laporan warga. Diharapkan pelayanan yang efisien dan dapat dipertanggungjawabkan ini akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kepolisian.

Sementara dalam penegakan hukum, jajaran diarahkan menerapkan aturan hukum dengan berpegang pada keadilan serta mengutamakan penyelesaian secara kekeluargaan atau keadilan pemulihan bagi perkara yang memungkinkan. Penegakan hukum tidak sekadar menegakkan peraturan, tetapi juga menghadirkan rasa keadilan yang dirasakan warga, dilakukan secara profesional dan tetap menjaga kemanusiaan.

“Polda Sulawesi Tenggara berkomitmen menjaga keamanan wilayah yang aman dan kondusif melalui penjagaan keamanan yang kuat, pelayanan yang manusiawi, serta penegakan hukum yang profesional. Semua dilakukan dengan mengutamakan pencegahan dini dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, para pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga,” ujar Kapolda.

Komitmen tersebut kemudian dirangkum dalam semboyan “Jaga Bumi Anoa” yang mencakup lima hal utama: Jaga Masyarakatnya, Jaga Wilayahnya, Jaga Lingkungannya, Jaga Persatuannya, dan Jaga Kepercayaannya. Isinya meliputi perlindungan kepada warga terutama perempuan dan anak, pengawasan dini gangguan keamanan, penyelesaian perselisihan sosial dan pertanahan, hingga menjaga lingkungan dari kerusakan akibat pengambilan sumber daya alam yang tidak bertanggung jawab.

Melalui poin Jaga Persatuannya, jajaran diminta mengutamakan pendekatan dialog, penyelesaian damai, dan kerja sama agar setiap potensi perpecahan tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih luas. Sedangkan poin Jaga Kepercayaannya diwujudkan melalui pelayanan dan penegakan hukum yang andal, cepat, terbuka, dan tetap bersikap manusiawi, sehingga kehadiran kepolisian benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.

Kapolda berharap arahan ini tidak sekadar dipahami sebagai seruan, melainkan dilaksanakan dalam setiap tugas sehari-hari. Semangat “Jaga Bumi Anoa  Humanis, Profesional” diharapkan menjadi pedoman bersama agar kepolisian semakin dekat dengan warga, tanggap terhadap masalah, mampu memberi solusi, dan senantiasa menjaga keamanan serta ketertiban di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.(**)

Comment