Digerebek Warga, Dua Lurah Kendari Kedapatan Berduaan Wanita Pesan Lewat Michat di Dalam Kantor Kelurahan

KENDARI, EDISIINDONESIA.id– Dua pejabat lurah di Kota Kendari, Zakir Muhammadong (Lurah Poasia) dan Rachmat Aboe Kasim (Lurah Talia), diamuk massa warga setelah kedapatan berduaan dengan dua wanita muda di dalam kantor Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, pada Jumat (12/6/2026) malam. Kejadian memalukan ini diduga kuat berkaitan dengan praktik prostitusi yang dipesan secara daring melalui layanan Open BO di aplikasi Michat.

Aksi tak terpuji keduanya terbongkar ke permukaan berkat suara teriakan keras yang terdengar dari dalam ruangan kantor kelurahan tersebut. Suara itu langsung menarik perhatian warga yang tinggal di sekitar lokasi dan memicu rasa penasaran hingga akhirnya mereka berbondong-bondong mendatangi tempat kejadian.

Menurut keterangan warga setempat berinisial W, teriakan itu muncul karena terjadi perselisihan soal pembayaran. Awalnya disepakati biaya sebesar Rp300 ribu untuk setiap wanita, namun di akhir transaksi, kedua pejabat tersebut hanya membayar Rp200 ribu per orang. Ketidaksesuaian nominal inilah yang memicu pertengkaran dan membuat salah satu wanita berteriak histeris.

“Wanita itu marah dan berteriak karena uang yang diterima tidak sesuai janji. Awalnya sepakat Rp300 ribu per orang, tapi cuma dikasih Rp200 ribu. Suaranya keras sekali sampai kami dengar dari luar,” ungkap W kepada awak media, Sabtu (13/6/2026).

Situasi semakin memanas saat warga masuk dan mendapati kedua lurah sedang berduaan dengan kedua wanita muda tersebut. Warga pun langsung tersulut emosi dan mengamuk karena merasa kecewa serta marah melihat pejabat pemerintah melakukan perbuatan asusila justru di kantor pelayanan masyarakat.

Diketahui, kedua wanita yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi itu sama sekali tidak mengetahui bahwa lokasi pertemuan adalah kantor kelurahan. Mereka mengira dibawa ke sebuah penginapan karena suasana di dalam gedung yang gelap dan lampu dimatikan sepenuhnya.

Menyusul kejadian itu, Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari segera bergerak turun ke lokasi dan mengamankan keempat orang tersebut—dua lurah dan dua wanita muda—untuk dibawa ke kantor polisi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan keempat pihak sudah berada di bawah pengamanan kepolisian.

“Benar, keduanya sudah kami amankan bersama dua wanita yang bersamanya. Kami juga sudah mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menjaga keamanan dan ketertiban, serta tidak melakukan tindakan anarkis atau main hakim sendiri,” tegas AKP Welliwanto.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik karena dinilai sangat memalukan, mengingat perbuatan itu dilakukan oleh pejabat pemerintahan di fasilitas umum yang seharusnya menjadi tempat pelayanan dan pelayanan masyarakat. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap fakta hukum yang sebenarnya.(**)

Comment