KONAWE, EDISIINDONESIA.id – Temuan snack dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang berjamur dan dibagikan kepada penerima manfaat di Kecamatan Tonggauna, Kabupaten Konawe, memicu polemik serta kemarahan publik, Senin (19/1/2026).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tonggauna Utara, Dendi Agusriadi, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan mengakui adanya kelalaian dalam pelaksanaan prosedur operasional standar (SOP).
Dendi mengungkapkan, makanan berjamur itu ditemukan di sejumlah titik penerima manfaat, salah satunya di SMA Negeri 1 Tonggauna Utara, pada Sabtu (17/1/2026). Informasi tersebut pertama kali diterima pihaknya melalui laporan dari pihak sekolah.
“Kami menerima laporan dari pihak sekolah terkait makanan yang disalurkan dalam kondisi berjamur. Atas kejadian itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak,” ujar Dendi.
Ia mengakui insiden tersebut terjadi akibat kurangnya pengawasan dalam proses pengolahan dan pendistribusian makanan di dapur SPPG. Menurutnya, evaluasi internal telah dilakukan sebagai langkah awal untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Kami akui ini merupakan kelalaian kami dalam menjalankan SOP. Ke depan, pengawasan akan diperketat dan seluruh proses pengolahan hingga distribusi akan kami evaluasi secara menyeluruh,” katanya.
Selain itu, Dendi juga menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa, orang tua, serta masyarakat atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut. Ia berjanji akan melakukan pembenahan menyeluruh demi memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
Sementara itu, Kepala Koordinator Wilayah Kabupaten Konawe, Nopri Ali Ikmansa, turut angkat bicara terkait insiden tersebut. Ia menegaskan pihaknya telah memberikan peringatan keras kepada SPPG agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Kami sudah meminta agar SPPG memastikan seluruh makanan yang disajikan benar-benar aman dan layak konsumsi. Pengawasan akan terus kami lakukan,” tegas Nopri.
Kasus makanan berjamur ini menjadi sorotan publik dan memicu reaksi keras dari masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah tegas serta memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program penyediaan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Konawe.(**)
Comment