OJK Perkuat Inklusi Keuangan Sulawesi Tenggara Lewat Inovasi Digital dan Kearifan Lokal

KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Tenggara melalui pemanfaatan teknologi digital, kolaborasi lintas sektor, serta penerapan nilai-nilai kearifan lokal.

Hal tersebut disampaikan Anggota Dewan Komisioner OJK, Adi Budiarso, saat membuka kegiatan Opening Ceremony Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2026 di area utama Eks MTQ Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (24/10/2026).

Dalam sambutannya, Adi menyoroti pentingnya kesiapan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam menghadapi perkembangan teknologi yang mencakup kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), data besar (Big Data), komputasi awan (Cloud), serta teknologi buku besar terdistribusi (Distributed Ledger Technology).

Untuk menghadapi perkembangan tersebut, ia memperkenalkan pendekatan ABCD yang terdiri atas Aspire Big Vision,
Bold Collaboration, Credible Performance, dan Dynamic Governance sebagai landasan pengembangan ekonomi daerah.

Adi menjelaskan bahwa visi besar dalam membangun ekonomi perlu berakar pada nilai-nilai lokal yang menjunjung tinggi martabat, jati diri, kemandirian, dan kepercayaan diri masyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai dapat menjadi landasan untuk mendorong kemajuan ekonomi Kendari dan Sulawesi Tenggara.

Selain visi yang kuat, kolaborasi lintas sektor juga menjadi bagian penting dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan. Sinergi antara OJK, pemerintah daerah, industri keuangan, perguruan tinggi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat diperlukan untuk memperkuat ekosistem keuangan daerah.

Adi juga menekankan pentingnya kinerja yang kredibel dan dapat dipercaya. Pengembangan sektor keuangan, menurutnya, perlu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat dengan tetap menjaga integritas dan kepercayaan publik.

Di tengah perkembangan layanan keuangan digital, inovasi perlu berjalan seiring dengan perlindungan konsumen dan tata kelola yang responsif. Perubahan teknologi harus tetap berlandaskan integritas, keadilan, dan tanggung jawab.

Ia berharap puncak Bulan Inklusi Keuangan Sulawesi Tenggara 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui pengembangan ekosistem keuangan digital.

Pada akhir sambutannya, Adi secara resmi membuka puncak Bulan Inklusi Keuangan Sulawesi Tenggara Tahun 2026. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan di daerah.(**)

Comment