WAKATOBI, EDISIINDONESIA.id — Sebuah momen hangat dan penuh makna tercipta di garis pantai Wakatobi Dive Resort, Pulau Onemoba’a, Kecamatan Tomia, Jumat (16/10/2026). Bupati Konawe, Yusran Akbar, bersama Bupati Wakatobi, Haliana, secara bersama-sama melepaskan penyu ke laut, menjadi simbol nyata kepedulian terhadap kelestarian satwa laut sekaligus semangat kerjasama antardaerah dalam menjaga kekayaan alam Sulawesi Tenggara.
Keduanya tampak kompak memegang seekor penyu sebelum melepaskannya kembali ke habitat aslinya. Gerakan sederhana namun bermakna ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan tidak bisa berdiri sendiri, melainkan memerlukan kepedulian dan kesatuan dari berbagai pihak.
“Hari ini kita melepas penyu di Pulau Onemoba’a bersama Bupati Wakatobi,” ujar Yusran Akbar, menyampaikan kebahagiaannya turut serta dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran Bupati Konawe disambut hangat oleh Bupati Wakatobi, Haliana. Ia menyampaikan apresiasi sekaligus mengajak seluruh kepala daerah di Sulawesi Tenggara untuk berkunjung ke Wakatobi dan melihat langsung pesona alam yang dimiliki daerah ini.
“Wakatobi memiliki keindahan bawah laut berkelas dunia, menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujar Haliana. Ia menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem laut adalah tanggung jawab bersama, agar kekayaan alam ini tetap terjaga utuh bagi generasi mendatang.
Lebih dari sekadar menjaga warisan alam, pelestarian lingkungan juga menjadi kunci utama pengembangan pariwisata Wakatobi agar semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun mancanegara.
Momen pelepasan penyu ini menjadi pengingat bahwa keindahan alam bukan hanya untuk dinikmati, melainkan wajib dijaga bersama. Kolaborasi lintas daerah diharapkan terus diperkuat demi kelestarian lingkungan sekaligus kemajuan pariwisata Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini berlangsung dalam rangkaian acara Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, yang berlangsung di Wakatobi pada 14–16 Oktober 2026.(**)
Comment