WAKATOBI, EDISIINDONESIA.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari melalui Pos SAR Wakatobi mengerahkan tim penyelamat untuk membantu dua orang korban kecelakaan kapal yang terjadi di perairan Karang Kapota, Kabupaten Wakatobi, Minggu (11/1/2026).
Informasi kecelakaan tersebut diterima Comm Centre KPP Kendari pada pukul 09.05 Wita dari Ibu Mega, pihak keluarga korban. Dilaporkan, satu unit longboat dengan dua orang penumpang (POB) mengalami kerusakan mesin berupa patahnya as propeler saat berada di sekitar perairan Karang Kapota.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 09.20 Wita Tim Rescue Pos SAR Wakatobi diberangkatkan menuju lokasi kejadian (Last Known Position/LKP) untuk memberikan bantuan SAR. Jarak tempuh dari Pos SAR Wakatobi ke LKP diperkirakan sekitar 17,2 nautical mile (NM).
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan bahwa kondisi cuaca di lokasi kejadian terpantau relatif aman berdasarkan data BMKG, dengan cuaca berawan, kecepatan angin sekitar 16 kilometer per jam dari arah barat, serta tinggi gelombang berkisar 0 hingga 0,7 meter.
Adapun identitas korban diketahui bernama La Biru (55) dan Soecheang (22). Keduanya merupakan warga Desa Numana, KKecamatan Wangi-Wangi Selatan, dan memiliki hubungan ayah dan anak.
“Berdasarkan kronologis, pada pukul 07.30 Wita kedua korban berangkat dari Karang Kapota menuju Wanci menggunakan longboat. Namun di tengah perjalanan, longboat mengalami patah as propeler sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran dan membutuhkan bantuan SAR,” jelas Amiruddin.
Dalam operasi SAR tersebut, sejumlah unsur terlibat, di antaranya Staf Operasi KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polair Wakatobi, serta Pos TNI AL Wakatobi. Sementara itu, alut yang digunakan meliputi truk personel, Rigid Inflatable Boat (RIB), peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, operasi SAR masih berlangsung dan pihak KPP Kendari menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut sesuai dengan hasil di lapangan.
Penulis: M
Comment