WAKATOBI, EDISIINDONESIA.id– Menyongsong pesta demokrasi yang lebih berkualitas, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi tak lagi bekerja sendiri. Senin pagi, sebuah tonggak sejarah baru terukir di Aula Epsilon Kantor KPU Wakatobi dengan resminya kolaborasi strategis bersama tiga pilar penting: birokrasi, institusi agama, dan akademisi.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung khidmat dari pukul 09.00 hingga 11.30 WITA ini melibatkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wakatobi, serta Wakil Rektor I Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata untuk memperkuat fondasi demokrasi di Wakatobi.
Sinergi Tiga Pilar untuk Pemilu Lebih Baik:
Kementerian Agama: Mengawal Edukasi dan Netralitas dari Mimbar Agama
Dengan jangkauan penyuluh ASN hingga ke pelosok desa, Kemenag Wakatobi siap menggerakkan edukasi pemilih demi mendongkrak partisipasi masyarakat. Kepala Kantor Kemenag menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan bersih, seraya menjamin netralitas mutlak lembaganya. “Kami punya niat yang sama untuk pemilu yang damai, tanpa fitnah,” ujarnya, menekankan pentingnya profesionalisme dan suasana kerja yang membahagiakan.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan: Digitalisasi Arsip Demi Literasi Pemilu Dinamis
Menjawab tantangan data pemilu yang selalu dinamis, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berkomitmen melakukan pengarsipan dokumen secara digital. Inisiatif ini krusial untuk menjaga memori kolektif demokrasi Wakatobi tetap aman dan mudah diakses oleh masyarakat melalui program Tematik Literasi Pemilihan.
ITBM Wakatobi: Jembatan Teori dan Praktik untuk Pemilih Cerdas
ITBM Wakatobi siap menjadi motor penggerak pendidikan politik. Kerja sama ini tidak hanya memberikan bahan riset berharga bagi dosen, tetapi juga membuka kesempatan emas bagi mahasiswa untuk merasakan langsung penyelenggaraan pemilu melalui program magang di KPU. “Mahasiswa mendapatkan teori di kampus, dan mempraktikkannya langsung di KPU,” ungkap Wakil Rektor I ITBM, menambahkan bahwa PKS ini juga berkontribusi pada penguatan akreditasi institusi.
Ketua KPU Wakatobi, La Deni, menekankan bahwa keberhasilan pemilu yang berintegritas tidak hanya diukur dari angka partisipasi, tetapi juga dari terjaganya literasi, optimalisasi teknologi, dan menguatnya pengawasan masyarakat.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang solid ini, KPU Wakatobi optimis dapat menyelenggarakan proses demokrasi yang tidak hanya profesional secara administratif, tetapi juga cerdas secara substansi, demi seluruh warga Wakatobi.(**)
Comment