Sultra Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Menekan Stunting

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun Lio, menegaskan pentingnya kerja bersama lintas sektor untuk mempercepat penurunan stunting di daerah.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sulawesi Tenggara 2025 yang digelar di Kendari. 

Asrun Lio mengingatkan bahwa meski angka stunting nasional telah menurun dalam lima tahun terakhir, Sulawesi Tenggara menargetkan capaian penurunan signifikan hingga 2029 melalui program terpadu yang melibatkan pemerintah pusat hingga desa, akademisi, komunitas, sektor swasta, dan media.

“Penurunan stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa. Generasi kita yang sehat akan menjadi fondasi untuk Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Sekda menekankan beberapa langkah strategis, mulai dari penguatan regulasi dan penganggaran oleh kepala daerah, keberlanjutan program lintas sektor, peningkatan kualitas perencanaan dan pemantauan berbasis data, hingga maksimalisasi komunikasi perubahan perilaku pada masyarakat terkait gizi, pola asuh, dan kesehatan anak.

Ia juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu strategi percepatan penurunan stunting, yang telah dialokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun ditambah dana cadangan Rp100 triliun.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh bupati dan wakil bupati se-Sulawesi Tenggara atau perwakilannya, pejabat kementerian, kepala perangkat daerah, akademisi, mitra pembangunan, serta media. Seluruh peserta disebut berperan dalam mengawal target penurunan stunting di provinsi ini.

Dengan dukungan penuh berbagai pihak, Asrun Lio menyatakan optimisme bahwa Sulawesi Tenggara mampu mencapai target tersebut.

“Dengan sinergi dan kolaborasi semua pihak, kita optimistis target penurunan stunting dapat tercapai demi generasi emas Sulawesi Tenggara,” tutupnya.(**)

Comment