Stok Beras, Minyak, dan Gula Aman Hingga 3 Bulan ke Depan Gubernur Sultra Sidak Pasar dan Ritel Jelang Lebaran

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sultra, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sidak yang dilakukan pada hari Rabu tersebut menyasar beberapa titik di Kota Kendari, antara lain Pasar Mandonga, Gudang Bulog Punggaloba Benu-Benua, PT Wings Bypass Lepo-Lepo, dan Hypermart The Park Kendari.

Sebelum melakukan kunjungan lapangan, tim sidak terlebih dahulu berkumpul di Lapangan Korem 143 Halu Oleo Kendari. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Sultra, Kapolda Sultra, Danrem 143 Halu Oleo, Kejaksaan Sultra, serta para kepala OPD terkait.

Dari hasil pemeriksaan di Pasar Mandonga dan Gudang Bulog, ketersediaan stok bahan pokok utama dinyatakan dalam kondisi aman hingga tiga bulan ke depan.

“Stok beras, minyak goreng, dan gula pasir masih cukup hingga tiga bulan ke depan. Artinya, untuk kebutuhan Lebaran 2026 tidak ada masalah dari sisi ketersediaan,” ujar Gubernur.

Selain ketersediaan, tim juga memantau harga komoditas di Pasar Mandonga. Harga-harga yang tercatat stabil dan masih dalam batas wajar, antara lain beras medium dan premium Rp15.000 per kilogram, beras SPHP Rp60.000 per 5 kilogram, gula pasir premium Rp17.500 per kilogram, serta minyak goreng premium Rp26.990 per liter – semuanya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Namun, ditemukan kondisi berbeda di ritel modern, di mana tujuh komoditas memiliki harga yang melampaui HET, yaitu cabai keriting, cabai rawit, daging ayam, telur ayam ras, daging sapi, bawang putih, dan bawang merah.

Menanggapi hal ini, Gubernur memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra untuk segera melakukan penyesuaian harga.

“Saat pengecekan berikutnya, saya ingin seluruh harga sudah sesuai HET,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Sultra akan terus memantau perkembangan harga hingga menjelang Idul Fitri dan menegaskan akan melakukan pengawasan agar tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat.

Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying), karena pemerintah menjamin ketersediaan stok dan kestabilan harga selama Ramadan hingga Lebaran.

“Tidak perlu panic buying. Stok aman dan pemerintah akan terus mengawal agar harga tetap stabil,” pungkasnya.(**)

Comment