Ambulans Laut Jadi Program Prioritas Gubernur ASR, Percepat Layanan Kesehatan Wilayah Kepulauan

KENDARI, EDISIINDONESIA.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka menggagas program ambulans laut sebagai upaya nyata meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau.

Program ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat proses rujukan pasien dari pulau-pulau terluar menuju fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih lengkap dan memadai.

Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr. Andi Edy Surahmat, M.Kes., menyampaikan bahwa pengadaan ambulans laut merupakan program prioritas Gubernur, mengingat kondisi geografis daerah ini yang sebagian besar berupa wilayah kepulauan.

“Intinya, ambulans laut ini adalah program prioritas Pak Gubernur. Melihat kondisi Sulawesi Tenggara yang banyak wilayah kepulauan, beliau mengarahkan kami untuk segera mengadakannya,” ujar dr. Andi Edy saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (10/8/2026).

Dua Unit Ambulans Laut Mulai Diproses

Pada tahap awal, Pemprov Sultra memastikan pengadaan dua unit ambulans laut yang saat ini sedang berjalan. Pengadaan dilakukan melalui mekanisme katalog, dan beberapa penyedia telah mengajukan penawaran.

“Tahun ini direncanakan dua unit dan prosesnya sudah berjalan. Beberapa penyedia sudah mengajukan penawaran, tinggal kami proses sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Berbeda dengan kapal penumpang biasa, ambulans laut dibuat secara khusus atau disesuaikan kebutuhan medis. Di dalamnya akan dilengkapi fasilitas pendukung pelayanan seperti tempat tidur pasien, tabung oksigen, dan perlengkapan darurat lainnya sehingga proses pembuatannya memerlukan waktu lebih lama.

Dinas Kesehatan menargetkan seluruh proses pengadaan hingga ambulans siap beroperasi berlangsung sekitar 3–4 bulan, dan diupayakan dapat digunakan pada tahun anggaran berjalan.

Spesifikasi Disesuaikan Kondisi Wilayah

Penentuan lokasi penempatan dua unit ambulans laut belum diputuskan secara pasti dan akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, kondisi geografis, tingkat rujukan pasien, serta ketersediaan akses transportasi.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Wakatobi. Mengingat kondisi gelombang laut yang lebih besar di sana, diperkirakan dibutuhkan kapal berukuran sekitar 11–12 meter, sementara untuk daerah lain direncanakan berukuran sekitar 8,5 meter. Semua spesifikasi masih dapat disesuaikan dan keputusan akhir berada pada pimpinan.

Dinas Kesehatan akan menyusun data terperinci sebagai bahan pertimbangan, meliputi angka rujukan pasien, jarak tempuh ke fasilitas kesehatan, keterbatasan akses transportasi, hingga ketersediaan jasa penyeberangan yang kadang hanya beroperasi sekali sehari.

Layanan Terintegrasi Melalui Pusat Panggilan

Selama ini, masyarakat di pulau-pulau masih banyak mengandalkan perahu atau ketinting yang terbatas kecepatannya, tidak selalu tersedia saat dibutuhkan, dan biayanya pun mahal. Kehadiran ambulans laut diharapkan memangkas waktu tempuh serta menjamin keamanan dan kenyamanan pasien.

Pemprov juga berencana membangun sistem layanan berupa pusat panggilan atau call center, sehingga masyarakat dapat dengan mudah menghubungi ambulans laut saat membutuhkan rujukan darurat. Layanan ini nantinya akan terintegrasi dengan nomor pelayanan kesehatan yang sudah ada di masing-masing kabupaten dan kota.

Harapan Agar Menjangkau Seluruh Wilayah

Gubernur Andi Sumangerukka berpesan agar ambulans laut benar-benar digunakan untuk kepentingan pelayanan pasien, bukan untuk perjalanan dinas atau kepentingan lain.

Kapal harus beroperasi ketika memang ada pasien yang membutuhkan pertolongan. Nantinya, ambulans juga akan dilengkapi tenaga medis dan perlengkapan penanganan selama perjalanan.

Pengadaan dilakukan dengan sistem siap pakai, di mana penyedia menyerahkan kapal lengkap dengan seluruh spesifikasi, perizinan, dan pengiriman.

Ke depannya, Gubernur berharap jumlah ambulans laut dapat ditambah secara bertahap hingga menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan. Namun, penambahan unit tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah, yang juga harus dibagi untuk program kesehatan lain seperti penanganan stunting dan tuberkulosis.

Dengan hadirnya ambulans laut, diharapkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan Sultra menjadi lebih cepat, aman, dan merata — terutama bagi mereka yang membutuhkan penanganan darurat dan rujukan medis segera.(**)

Comment