Analitik Big Data Evello Sebut Banyak Konten Hoax soal MBG di Media Sosial

EDISIINDONESIA.id – Firma analitik big data Evello mengingatkan masyarakat mengenai maraknya penyebaran konten hoaks terkait isu program Makan Bergizi Gratis yang beredar luas di media sosial.

Pendiri firma analitik big data Evello Dudy Rudianto mengungkapkan salah satu hoaks yang beredar adalah adanya penangkapan seorang jurnalis yang disebut membongkar dalang kasus keracunan MBG.

“Konten tersebut mengandung unsur fitnah dan disinformasi yang sengaja disebarkan secara masif untuk membentuk opini publik tertentu,” kata Dudy dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).

Berdasarkan analisis data yang dilakukan Evello, penyebaran hoaks tersebut paling banyak ditemukan di platform milik Meta Platforms, khususnya di Facebook dan Instagram, dibandingkan platform lain seperti X dan TikTok.

Dudy menjelaskan interaksi tertinggi terjadi di Facebook dengan total engagement mencapai 31.889. Konten tersebut juga telah dibagikan sebanyak 2.344 kali serta memicu sekitar 8.478 percakapan di platform tersebut.

Sementara itu di Instagram, percakapan terkait konten serupa tercatat mencapai sekitar 7.080 diskusi dengan total interaksi berupa tanda suka mencapai 29.393.

Analisis Dampak Percakapan

Selain memantau jumlah sebaran dan interaksi, Evello juga melakukan analisis terhadap pola percakapan yang muncul dari penyebaran hoaks tersebut.

Hasilnya menunjukkan sekitar 50% percakapan mengarah pada krisis kepercayaan terhadap hukum dan pemerintahan. Percakapan pada kelompok ini didominasi emosi agresif yang muncul dari rasa marah serta kekhawatiran.

“Sekitar 30% percakapan berfokus pada kritik terhadap program MBG yang dikaitkan dengan narasi kegagalan maupun korupsi. Sementara 20% lainnya memiliki muatan politik yang kuat, termasuk narasi penyesalan terkait pilihan politik sebelumnya,” tuturnya.

Berdasarkan analisis tersebut, Evello menyimpulkan bahwa penyebaran hoaks ini diduga digerakkan oleh kelompok tertentu yang aktif secara politik dan berupaya membangun suasana permusuhan di masyarakat. (edisi/bs)

Comment