KENDARI, EDISIINDONESIA.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus memperkuat tata kelola pemerintahan dengan menggelar rapat evaluasi pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM), capaian investasi daerah, perkembangan pelanggan baru PDAM Tirta Anoa, serta kemajuan digitalisasi pelayanan publik.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Direktur PDAM Tirta Anoa.
Dalam arahannya, Wali Kota Kendari menegaskan bahwa rapat evaluasi ini bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi menjadi forum penting untuk mengukur capaian dan merumuskan langkah konkret peningkatan kinerja Pemkot Kendari.
“Evaluasi seperti ini penting untuk memastikan setiap program pemerintah berjalan efektif dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Kita tidak hanya menilai, tetapi mencari solusi agar layanan publik semakin cepat, transparan, dan berdaya saing,” ujar Wali Kota.
Wali Kota juga meminta setiap OPD untuk memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan SPM di berbagai sektor, serta menindaklanjuti hasil rapat dengan langkah nyata di lapangan.
Selain SPM, rapat turut membahas capaian Satgas Investasi Kota Kendari, yang berperan dalam memfasilitasi dan mempercepat realisasi investasi di daerah.
Pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi yang sehat dengan memperkuat pelayanan perizinan terpadu dan digitalisasi proses administrasi.
Sementara itu, PDAM Tirta Anoa melaporkan penambahan pelanggan baru dalam beberapa bulan terakhir sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan akses air bersih di wilayah Kota Kendari.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami terus mendorong PDAM untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas jaringan secara merata,” tambah Wali Kota.
Dalam bidang transformasi digital, Wali Kota Kendari menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi pelayanan publik sebagai bagian dari agenda reformasi birokrasi.
Sistem digital diharapkan dapat mempercepat proses administrasi, memperkecil risiko kesalahan manual, dan memastikan data pelayanan terdokumentasi dengan baik.
“Digitalisasi bukan hanya tren, tapi kebutuhan. Dengan sistem layanan yang terintegrasi, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan lebih cepat dan pemerintah memiliki data yang akurat untuk pengambilan keputusan,” jelasnya.
Sekretaris Daerah Kota Kendari menambahkan, Pemkot akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan SPM dan kinerja OPD untuk memastikan semua target pembangunan daerah berjalan sesuai rencana.
Rapat ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Kendari untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berbasis digital, sekaligus memperkuat posisi Kendari sebagai kota penopang pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara.(**)
Comment