Banjir Kendari Makin Parah, Janji Manis Walikota Terbukti ‘Omong Kosong’ Warganet Geram

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Banjir kembali merendam Kota Kendari, memicu gelombang kritik dari warganet yang menyoroti lambannya penanganan dan janji-janji manis pemerintah kota.

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada maraknya pembangunan perumahan subsidi dan buruknya sistem drainase yang diduga menjadi biang kerok banjir langganan ini.

Kekesalan publik memuncak setelah video banjir diunggah disosial media  pada Jumat, 10 April 2026. Kolom komentar dibanjiri keluhan warga. Mus Toara, salah satu netizen, mengungkapkan keprihatinannya melihat fungsi hutan sebagai daerah resapan air semakin hilang akibat penggundulan untuk proyek perumahan.

“Fungsi hutan sudah tidak ada karena digunduli untuk perumahan subsidi,” keluhnya.

Senada dengan itu, Ahdiat menambahkan bahwa banjir di Kendari merupakan akumulasi dari berbagai masalah, mulai dari alih fungsi lahan hingga pengelolaan lingkungan yang semrawut.

“Di Kendari banjir begitu karena penggundulan hutan dan dijadikan perumahan atau KPR subsidi, saluran air tersumbat sampah, serta pembangunan yang tidak memperhatikan jalur drainase,” jelasnya.

Tak hanya mengkritik penyebab banjir, warganet juga mempertanyakan kinerja Pemerintah Kota Kendari. Akun A_in05 melontarkan pertanyaan pedas, “Fungsi wali kota apa?”. Pertanyaan ini senada dengan kekecewaan Taufik I, seorang kreator konten, yang merasa janji penanganan banjir oleh walikota tidak terbukti.

“Katanya banjir bisa diatasi bu wali kota, ternyata tidak seperti yang dikatakan,” ungkapnya getir.

Hingga kini, banjir di Kendari terus menjadi perhatian publik. Tata kelola lingkungan, pembangunan perumahan, dan sistem drainase yang dinilai belum optimal menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah kota yang ditagih janjinya oleh warganya.(**)

Comment