KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengingatkan pentingnya antisipasi bencana hidrometeorologi yang berpotensi berdampak pada sektor pertanian.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, saat menghadiri Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Pertanian 2025 di Aula Fakultas Pertanian UHO Kendari.
Sudirman menuturkan, tren bencana hidrometeorologi di Indonesia terus meningkat setiap tahun.
Ia mencontohkan pada 2023, Sulawesi Tenggara mengalami kemarau disertai El Nino fase moderat yang memicu kekeringan, gagal panen, kebakaran hutan, hingga kabut asap penyebab ISPA hampir di seluruh wilayah Sultra.
Menurut prediksi BMKG, awal musim kemarau di Sultra diperkirakan berlangsung pada Juli–Agustus, dengan puncaknya terjadi pada Oktober 2025.
“Informasi ini menjadi dasar bagi kita untuk mempersiapkan langkah antisipasi agar dampaknya bisa diminimalisir,” ujarnya.
Kepala Stasiun Klimatologi Sultra, Aris Yunatas, menambahkan, SLI Tematik Pertanian penting untuk membekali penyuluh dan petani menghadapi dinamika perubahan iklim.
“Dengan pengetahuan ini, kita bisa bersama-sama menekan risiko dan dampaknya,” jelasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Dekan Fakultas Pertanian UHO, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, dan Koordinator BMKG Sultra.(**)
Comment