KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi.
Ia juga mengajak pimpinan perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN) dan tokoh masyarakat untuk menenangkan umat agar tidak mudah terprovokasi.
“Mari menyampaikan pesan yang menjernihkan dan menyejukkan demi terjaganya kohesivitas sosial. Pesan yang menenangkan agar umat tidak terprovokasi,” ujar Menag.
Ia turut menyampaikan duka mendalam atas adanya korban jiwa maupun luka dalam aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
“Proses penegakan hukum sedang berjalan, mari percayakan kepada aparat penegak hukum yang bekerja secara profesional dan transparan,” tambahnya.
Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Menag juga mengajak seluruh umat beragama untuk mendoakan bangsa agar tetap aman, rukun, dan damai.
“Kita harap semua pihak dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa beberapa hari ini untuk terus melakukan perbaikan di masa mendatang,” tandasnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Rektor IAIN Kendari Prof. Dr. Husain Insawan usai mengikuti Rapat Koordinasi Strategis bersama jajaran Kemenag pada Minggu (31/8/2025), menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi positif dalam meredam gejolak sosial.
Ia menekankan bahwa Perguruan Tinggi Islam harus menjadi ruang intelektual yang menghadirkan solusi. Karena itu, mahasiswa dan akademisi IAIN Kendari dihimbau mengedepankan objektivitas dan ketaatan hukum dalam menyampaikan aspirasi.
“Diharapkan agar tetap menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban, serta tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat merusak ukhuwah dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Imbauan ini, menurutnya, merupakan wujud kepedulian sekaligus respons IAIN Kendari terhadap gejolak sosial yang tengah berlangsung di tanah air. (**)
Comment