KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Bupati Muna Barat (Mubar) La Ode Darwin memastikan seluruh desa di Mubar akan dialiri listik sampai pada 2027 mendatang.
Hal itu disampaikan Darwin saat menjadi narasumber kegiatan Deseminasi RUPTL 2025-2034 bertajuk “Rencana Strategis PLN dalam Meningkatkan Rasio Elektrifikasi dan Mendukung PSN di Sulawesi Tenggara” yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari, Senin (25/8/2025).
“Jadi 11 desa yang belum reraliri listrik sama sekali. Jadi target di 2025 ini kita selesaikan empat desa, kemudian tujuh desanya itu akan diselesaikan sampai 2027,” ungkap Darwin.
Disebutnya, wilayah yang belum teraliri listrik di antaranya Desa Santri, Desa Tiga, Desa Tasipi, Desa Bero, Desa Mandike dan Desa Santigi di wilayah Kecamatan Tiworo Utara. Kemudian Desa Gala, Desa Pasipadanga, Desa Maginti, Desa Kangkowawe, dan Desa Bangko di Kecamatan Maginti, serta Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan.
Empat desa yang ditargetkan terlairi listik tahun ini yaitu Desa Bero, Desa Mandike, Desa Santigi dan Desa Gala. Kemudian di tahun 2026 ditargetkan tiga desa yaitu Desa Tasipi, Desa Pasipadanga dan Desa Katela. Sementara Desa Santiri, Desa Tiga, Desa Maginti dan Desa Kangkonawe akan dituntaskan di tahun 2027.
Pada kesempatan itu, Darwin memastikan Pemerintah Daerah Mubar berkomitmen mendukung percepatan pembangunan ketenagalistrikan, memberikan data dan pemetaan kebutuhan listrik masyarakat, serta mengintegrasikan program elektrifikasi dalam rencana pembangunan daerah.
Ia mengatakan, Kolaborasi Pemda dengan Pemprov Sultra, PLN, serta dukungan UP2K menjadi kunci utama, termasuk penyediaan lahan, fasilitas sosial, dan pembiayaan sambungan listrik.
La Ode Darwin juga menegaskan, elektrifikasi bukan hanya pemenuhan kebutuhan energi, melainkan juga penggerak utama pembangunan desa, penunjang pendidikan, kesehatan, serta pembuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan terealisasinya program ini, Pemkab Muna Barat optimis dapat mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah kepulauan. (**)
Comment