Asta Cita Prabowo Hadir di Konawe: Bupati Yusran Aktifkan 4 Dapur Gizi untuk Generasi Emas

KONAWE, EDISIINDONESIA.id – Bupati Konawe, H. Yusran Akbar ST, secara resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Wawotobi, Senin (10/4/2025). Langkah ini menandai dimulainya operasional empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Wonggeduku dan Wawotobi, yang akan melayani 9.133 peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA.

Acara yang berlangsung penuh semangat ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe dalam mewujudkan Asta Cita visi Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan kualitas SDM sejak dini. Program ini juga selaras dengan visi Bupati Yusran Akbar dan Wakil Bupati H. Syamsul Ibrahim SE MSi, untuk mewujudkan Konawe Bersahaja, yang Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan.

4 Dapur SPPG Resmi Beroperasi, Sasar 27 Ribu Siswa di Seluruh Konawe

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Konawe, Nopri Al Ikmansyah, menjelaskan bahwa peluncuran ini adalah bagian dari rencana besar nasional untuk memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan teratur.

“Hari ini kita resmikan 4 dapur SPPG yang berlokasi di Kasupute, Wonggeduku, Wawotobi, dan Lalosabila. Minggu ini, satu dapur melayani 1.500 siswa, dan minggu depan kita targetkan mencapai 3.000 peserta didik. Implementasi dilakukan bertahap, mulai dari PAUD hingga SMA,” ujar Nopri.

Dengan beroperasinya 9 dapur SPPG, program MBG kini menjangkau lebih dari 27.000 pelajar di Konawe. Setiap hari, dapur-dapur ini memproduksi ribuan porsi makanan bergizi yang terdiri dari telur, ayam, daging sapi, sayuran segar, dan buah-buahan, yang dipasok langsung dari petani dan peternak lokal.

MBG Sasar Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita (3B)

Program ini tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga kelompok rentan gizi seperti Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (3B). Langkah ini merupakan bagian dari intervensi gizi komprehensif untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi penerus.

“Kita ingin program ini menyentuh akar masalah gizi. Anak-anak sekolah mendapatkan makanan bergizi, ibu hamil dan menyusui juga terpenuhi kebutuhannya, begitu pula balita yang rentan stunting,” tegas Nopri.

Inisiatif ini sejalan dengan target nasional penurunan prevalensi stunting di bawah 14% pada 2024, serta komitmen Pemkab Konawe untuk mencapai Zero Stunting di tingkat desa dan kecamatan.

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar ST, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjamin kelancaran dan keberlanjutan program. Ia meminta seluruh leading sector, camat, kepala OPD, dan instansi terkait untuk bekerja sama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan lokal.

“Tantangan kita adalah menjaga suplai bahan pangan. Kita harus pastikan kebutuhan setiap dapur terpenuhi tanpa saling berebut, dan menghindari adanya oknum yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan pribadi,” tegas Bupati Yusran.

Ia juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi lokal, dengan memprioritaskan bahan baku SPPG dari petani, peternak, dan nelayan Konawe. Dengan demikian, program ini tidak hanya menyehatkan anak-anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat.

Pemerintah Kabupaten Konawe menargetkan 33 SPPG akan beroperasi di seluruh kecamatan dalam waktu dekat. Saat ini, 9 dapur telah aktif, dan 24 lainnya dalam tahap persiapan.

“Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Konawe. Anak-anak yang sehat dan cerdas akan menjadi generasi emas kita. Mereka bukan hanya penerus, tetapi juga agen perubahan untuk Konawe yang lebih maju,” ujar Bupati Yusran.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini akan menjadi model ketahanan gizi daerah yang bisa direplikasi di kabupaten-kabupaten lain di Sulawesi Tenggara dan Indonesia.

Acara peluncuran dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain: Kapolres Konawe, AKBP Noer Alam SIK, Danramil Wawotobi, Kasubsi B Intelijen, Andi Amin Syukur, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala SPPG se-Kabupaten Konawe, para Camat, dan Kepala Sekolah.

Kehadiran Forkopimda menunjukkan dukungan penuh terhadap program ini sebagai bagian dari ketahanan sosial dan keamanan daerah.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Konawe bukan sekadar pemberian makanan, tetapi merupakan investasi strategis dalam pembangunan manusia unggul. Dengan target 33 SPPG dan jangkauan lebih dari 27.000 peserta, Konawe menunjukkan komitmen nyata dalam:

1.Memerangi stunting dan malnutrisi
2. Meningkatkan kualitas pendidikan melalui asupan gizi
3.Mendukung ketahanan pangan lokal
4. Memberdayakan petani dan pelaku UMKM pangan

“Anak sehat, masa depan cerah. Konawe siap menjadi contoh kabupaten gizi mandiri,” pungkasnya.(**)

Comment