KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari secara resmi menerima 66 peserta Kuliah Kerja Nyata Ahmad Dahlan Mengabdi (KKN ADI) tahun 2025 dalam seremoni penerimaan.
Para mahasiswa tersebut akan melaksanakan pengabdian masyarakat selama satu bulan penuh di tiga kelurahan, yakni Watu-watu, Tipulu, dan Mangga Dua.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi nasional lintas perguruan tinggi yang tergabung dalam jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Sebanyak 66 mahasiswa dari lima kampus ambil bagian dalam program ini, yaitu Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari), Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.
Kemudian, Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi, serta Institut Teknologi dan Bisnis Kesehatan Muhammadiyah Muna Barat (ITBKM Mubar).
KKN ADI 2025 mengusung tema “Pemberdayaan Potensi Lokal, Pelestarian Lingkungan dan Taman Hutan Rakyat melalui KKN ADI di Kota Kendari”.
Tema ini menjadi kerangka kerja sekaligus penekanan pada pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam mendukung pembangunan yang berbasis potensi wilayah, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan komunitas akar rumput.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Kendari, Imran Ismail menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan perguruan tinggi yang telah berinisiatif untuk menghadirkan kontribusi nyata kepada masyarakat Kendari.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk investasi sosial jangka panjang yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan kota secara inklusif.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen semua pihak dalam mendampingi mahasiswa untuk membangun masyarakat melalui kegiatan KKN. Ini adalah bentuk sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan,” ujar Imran.
Ia juga menekankan pentingnya empati sosial, kreativitas, dan inovasi dalam memecahkan persoalan-persoalan lokal.
Menurutnya, tiga kelurahan yang menjadi lokasi kegiatan memiliki potensi yang beragam, mulai dari persoalan ekonomi masyarakat, isu lingkungan, hingga penguatan kapasitas komunitas.
“Kami berharap kehadiran adik-adik mahasiswa dapat memberi edukasi, mendorong penguatan ekonomi warga, serta membantu upaya pelestarian lingkungan. Secara khusus, kami menitipkan dua program prioritas pemerintah kota yakni pengolahan sampah dan penanganan banjir. Jadilah agen perubahan. Jadikan masa pengabdian ini sebagai ruang belajar, sekaligus ladang amal yang bermanfaat untuk masa depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ahmad Muhlis Nuryadi menegaskan pentingnya KKN sebagai wahana pendidikan karakter dan tanggung jawab sosial.
Ia menyampaikan bahwa program ini bukan hanya ajang pelengkap akademik, melainkan sebuah pengalaman yang akan membentuk kepekaan dan kompetensi mahasiswa secara utuh.
“KKN ini adalah kegiatan nasional yang melibatkan lima PTMA dari berbagai daerah. Kami menitipkan anak-anak kami kepada Pemerintah Kota Kendari untuk dibina dan diberi ruang agar dapat mengabdi secara penuh kepada masyarakat,” ujar Dr. Ahmad Muhlis.
Kepada para mahasiswa peserta, ia berpesan agar menjalani masa pengabdian dengan kesungguhan dan integritas, serta senantiasa menjaga nama baik institusi.
“Silakan mengabdi dan berikan yang terbaik. Jaga almamater, dan bawa semangat keilmuan serta nilai-nilai Muhammadiyah dalam setiap langkah selama berada di masyarakat,” tutupnya.
Untuk diketahui, Program KKN ADI di Kendari akan berlangsung selama satu bulan ke depan dan dirancang dengan pendekatan partisipatif.
Mahasiswa tidak hanya melakukan kegiatan edukasi dan pemberdayaan, tetapi juga akan terlibat langsung dalam program-program lingkungan bersama Balai Taman Hutan Raya (Tahura), LSM Sulawesi Cipta Forum (SCF), dan kelompok tani hutan rakyat yang berada di lokasi KKN. (**)
Comment