WAKATOBI, ESISIINDONESIA.id- Proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Wakatobi tahap II, penataan kawasan Waterfront Marina dan Desa Liya Togo (2023), menimbulkan masalah.
Proyek senilai Rp 139,6 miliar yang dikerjakan PT Nindya Karya diduga menyebabkan kerusakan pada Madrasah Tsanawiyah Liya (MTS Liya).
Kepala Sekolah MTS Liya, Baharudin S.Ag, membenarkan kerusakan atap parkiran dan pipa air sekolah akibat proyek tersebut.
Ia menyatakan, “Atap parkiran rusak ditabrak mobil proyek, dan pipa air WC siswa hancur tertimbun jalan proyek.” Akibatnya, siswa terpaksa membawa air minum sendiri ke toilet, dan sekolah tergenang saat hujan karena jalan proyek lebih tinggi dari bangunan sekolah.
Baharudin menambahkan, pihak pengawas proyek sebelumnya berjanji memperbaiki kerusakan, namun janji tersebut tak ditepati.
Sementara itu, Humas PT Nindya Karya, Erwin Syawari, melalui WhatsApp menyatakan bahwa kerusakan akibat dump truck bukan tanggung jawab perusahaan, melainkan tanggung jawab sopir.
“PT Nindya Karya telah membantu, namun pekerjaan proyek telah selesai,” kata Erwin.
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab PT Nindya Karya atas kerusakan yang dialami MTS Liya Togo. Pihak sekolah berharap PT Nindya Karya segera menyelesaikan permasalahan ini.(**)
Comment