EDISIINDONESIA.id – Seorang wartawan asal China dilaporkan terluka akibat serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina yang menghantam wilayah Kursk, Rusia, pada Kamis sore waktu setempat, 26 Juni 2025.
Wartawan bernama Lu Yuguang dari stasiun Phoenix TV itu mengalami luka di bagian kepala saat tengah meliput di Desa Korenevo, area yang menjadi titik pertempuran antara pasukan Rusia dan Ukraina.
Informasi tersebut dikonfirmasi pada Jumat 27 Juni 2025. Saat ini Lu telah dievakuasi ke rumah sakit setempat untuk menjalani perawatan.
Dalam tayangan televisi pemerintah Rusia yang disiarkan keesokan harinya, Lu tampak mengenakan perban putih di kepala dan memberikan keterangan kepada media Rusia. Ia menuding militer Ukraina dengan sengaja menargetkan kelompok jurnalis.
“Mereka menyerang secara sengaja. Saya meminta Ukraina bertanggung jawab atas insiden ini,” ujarnya.
Kementerian Luar Negeri Rusia turut mengonfirmasi bahwa saat serangan terjadi, Lu sedang bekerja bersama tim medianya di lokasi.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri China belum memberikan komentar. Namun, negara Tirai Bambu itu selama ini mengklaim posisinya sebagai pihak netral dalam konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun. (edisi/rmol)
Comment