Gagal Total! Perundingan Iran-AS di Islamabad Berakhir Buntu, Saling Lempar Tudingan

EDISIINDONESIA.id-Perundingan intensif antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung selama lebih dari 21 jam di Islamabad, Pakistan, menemui jalan buntu. Kedua negara saling melempar tudingan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kegagalan mencapai kesepakatan pada Sabtu, 11 April 2026.

Televisi pemerintah Iran melaporkan pada Minggu dini hari (12/4/2026) bahwa tuntutan Amerika Serikat yang dianggap berlebihan menjadi penyebab utama kegagalan perundingan. “Meskipun terdapat banyak inisiatif yang diajukan oleh pihak Iran, tuntutan yang berlebihan dan tidak logis dari pihak Amerika menghambat kemajuan dalam negosiasi,” demikian bunyi laporan tersebut.

Kantor berita Tasnim mengindikasikan bahwa AS diduga berupaya meraih konsesi yang gagal diperoleh melalui eskalasi militer sebelumnya. Tuntutan tersebut mencakup isu uranium yang diperkaya Iran serta kontrol atas Selat Hormuz.

Tasnim menambahkan bahwa delegasi Iran telah berusaha mendorong kerangka negosiasi bersama, namun tuntutan AS justru menjadi penghalang kemajuan.

Sebelumnya, delegasi Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, bersama Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ali Bagheri, telah berkoordinasi dengan pimpinan Pakistan.

Mereka bertemu dengan Kepala Angkatan Darat Asim Munir dan Perdana Menteri Shahbaz Sharif untuk menyelaraskan posisi dan menyampaikan keberatan atas dugaan pelanggaran komitmen oleh AS.

Sebuah sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran mengungkapkan kepada Fars News bahwa delegasi AS terkesan mencari alasan untuk mengakhiri perundingan.

Sumber tersebut juga menyatakan bahwa Iran tidak memiliki rencana untuk melanjutkan negosiasi dalam waktu dekat, seraya menegaskan bahwa Washington justru lebih membutuhkan kesepakatan untuk memperbaiki citranya di kancah internasional.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance mengakui berakhirnya pembicaraan tanpa hasil. Ia mengklaim pihak AS telah menunjukkan fleksibilitas, namun Iran menolak proposal yang diajukan sebagai tawaran terbaik. “Kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan pihak Iran, itu kabar baiknya.

Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada informasi mengenai jadwal atau lokasi untuk putaran perundingan selanjutnya.(edisi/rmol)

Comment