EDISIINDONESIA.id- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akan meninjau langsung lokasi tambang nikel PT Gag Nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Kunjungan ini dilakukan di tengah kontroversi terkait dugaan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.
Bahlil mengungkapkan rencana kunjungannya saat berada di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat, 6 Juni 2025.
Ia menjelaskan bahwa kunjungan ke Raja Ampat merupakan bagian dari rangkaian perjalanan kerjanya ke Papua Barat Daya dan Papua Barat, yang juga mencakup peninjauan sumur minyak di Sorong, Fakfak, Bipi, dan Bintuni.
Kunjungan ini dilakukan setelah Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menemukan pelanggaran lingkungan yang dilakukan oleh empat perusahaan tambang nikel di Raja Ampat, termasuk PT Gag Nikel, antara 26-31 Mei 2025.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa terdapat pelanggaran serius terhadap peraturan lingkungan hidup dan tata kelola pulau kecil.
Meskipun perusahaan-perusahaan tersebut telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan, hanya sebagian yang memiliki Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).
Bahlil telah berkomunikasi dengan Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, dan Presiden terkait hal ini, meskipun ia enggan merinci isi komunikasi tersebut.
Kunjungannya ke Raja Ampat diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terkait permasalahan lingkungan yang terjadi dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.(edisi/rmol)
Comment