EDISIINDONESIA.id- Apple dilaporkan melakukan impor besar-besaran 600 ton, atau sekitar 1,5 juta unit iPhone, dari India ke Amerika Serikat (AS) dalam beberapa pekan terakhir. Langkah ini diduga sebagai strategi untuk menghindari lonjakan tarif impor yang tinggi yang diberlakukan AS terhadap produk asal China.
Tarif impor iPhone dari China mencapai 125 persen, sementara dari India hanya 26 persen, dan penerapannya pun ditunda tiga bulan.
Untuk mempercepat proses pengiriman, Apple dilaporkan menyewa sejumlah pesawat kargo dan melobi otoritas bandara di Chennai, Tamil Nadu, untuk mempercepat proses bea cukai. Waktu pemrosesan kargo berhasil dipangkas dari 30 jam menjadi hanya 6 jam melalui sistem ‘koridor hijau’.
Sejak Maret 2025, setidaknya enam pesawat kargo, masing-masing berkapasitas 100 ton, telah diterbangkan dari India. Satu penerbangan bahkan dilakukan pada pekan ini, bertepatan dengan pemberlakuan tarif baru di AS.
Sumber Reuters yang mengetahui perencanaan tersebut menyatakan, “Apple ingin mengalahkan tarif yang ditetapkan.”
Meskipun pabrik iPhone terbesar masih berada di China, India kini menyumbang sekitar 20 persen dari total iPhone yang masuk ke pasar AS, menurut data Counterpoint Research. Apple menjual lebih dari 220 juta iPhone setiap tahunnya di seluruh dunia.
Strategi impor dari India ini menunjukkan upaya Apple untuk mengurangi ketergantungan pada produksi di China dan meminimalisir dampak tarif impor yang tinggi dari AS.(edisi/rmol)
Comment