Irigasi Rante Baru Terbengkalai, Nasib Petani di Ujung Tanduk, Ancam Lapor Kejaksaan

KOLUT, EDISIINDONESIA.id- Pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi di Desa Rante Baru, Kecamatan Rante Angin, Kabupaten Kolaka Utara, mengalami keterlambatan yang signifikan.

Proyek senilai Rp195 juta yang bersumber dari APBN dan seharusnya rampung pada Oktober 2024 ini, hingga Februari 2025 masih belum selesai. Keterlambatan ini menimbulkan keresahan dan kerugian besar bagi para petani yang sangat bergantung pada sistem irigasi untuk mengairi sawah mereka.

Rezki Rahmat Jufri, salah seorang warga Desa Rante Baru, mengungkapkan kekecewaannya.

“Kami sangat kecewa. Keterlambatan ini mengancam hasil panen kami. Kami berharap pemerintah segera menyelesaikan proyek ini,” ujarnya, Senin (3/2/2025).

Kekhawatiran serupa juga diungkapkan Wahidul, seorang tokoh pemuda yang dikenal sebagai Andung. Ia bahkan mencurigai adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

“Kami menduga ada permainan di sini. Keterlambatan yang sangat lama ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan segera melaporkan hal ini ke Kejaksaan agar dilakukan penyelidikan,” tegas Andung.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun pemerintah daerah terkait penyebab keterlambatan tersebut.

Ketidakjelasan ini semakin menambah kecemasan para petani Desa Rante Baru yang berharap agar proyek irigasi segera diselesaikan demi keberlangsungan pertanian dan perekonomian mereka. Ketiadaan air irigasi berdampak langsung pada penurunan hasil panen dan mengancam mata pencaharian mereka.(**)

Comment