EDISIINDONESIA.id – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengumumkan perubahan pada upacara prapertandingan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Jika sebelumnya hanya sebelas pemain inti yang berdiri di lapangan saat lagu kebangsaan dikumandangkan, kini seluruh anggota skuad yang berjumlah 26 pemain akan ikut hadir di lapangan sebelum pertandingan dimulai.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan bagi pemain maupun penggemar.
“Seiring pertumbuhan Piala Dunia FIFA, kami terus berinovasi dalam cara menikmati pertandingan,” kata Infantino dalam pernyataan resminya.
Menurutnya, seluruh pemain dan perangkat pertandingan akan berdiri saling berhadapan di lingkaran tengah lapangan saat lagu kebangsaan dimainkan.
“Dengan semua pemain dan wasit saling berhadapan di lingkaran tengah lapangan selama lagu kebangsaan, akan tercipta momen persatuan, kebanggaan, dan emosi yang benar-benar milik tim dan semua orang,” ujarnya.
Infantino menegaskan Piala Dunia bukan hanya milik para pemain inti yang tampil sejak menit pertama, tetapi juga seluruh anggota tim yang berkontribusi sepanjang turnamen.
“Piala Dunia FIFA adalah tentang setiap pemain dan setiap penggemar, dan upacara prapertandingan baru ini mencerminkan hal itu,” tambahnya.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta. Turnamen akan berlangsung di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Salah satu laga yang sudah dinantikan adalah pertandingan perdana Jerman di fase grup. Tim Panser dijadwalkan menghadapi Curaçao pada 14 Juni 2026.
Perubahan upacara pra-pertandingan ini menjadi salah satu inovasi terbaru FIFA menjelang dimulainya turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. (edisi/bs)
Comment