BOMBANA, EDISIINDONESIA.id – Pemeritah Kabupateb Bimbana hadiri kegiatan rembuk stunting dan penilaian kinerja aksi konvergensi percepatan penurunan stunting yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Hotel Sahid Azizah Syariah Kota Kendari, Senin (27/5/2024).
Kegiatan tersebut juga diikuti kepala/pimpinan instansi vertikal/pusat, kepala OPD Pemprov Sultra, dan seluruh bupati dan walikota di Sultra.
Pada kegiatan tersebut, seluruh kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota di Sultra memaparkan kinerja penanganan stunting di daerah masing-masing.
Pj gubernur Sultra Andap Budi Revianto dalam arahannya menegaskan bahwa permasalahan stunting tidak hanya permasalahan saat ini, tetapi merupakan soal di masa yang akan datang yang mengancam masa depan bangsa dan juga anak-anak sebagai generasi penerus.
Selain itu ia juga mengungkapkan bahwa stunting tidak hanya terfokus pada kesehatan anak-anak, tetapi dapat mengakibatkan kerugian ekonomi bagi suatu negara.
“Stunting bukan hanya menjadi masalah bagi kesehatan anak-anak, namu dapat pula mengakibatkan kerugian ekonomi negara,” ungkpnya.
Pj Gubernur memaparkan, prevalensi stunting di Sultra mengalami peningkatan 2,3 persen dari tahun 2022 menjadi 30 persen di tahun 2023. Untuk itu Sultra perlu upaya keras untuk mencapai target nasional 14 persen di tahun 2024.
Mengikuti kegiatan tersebut, Pj Bupati Bombana Edy Suharmanto menyampaikan komitmennya untuk bekerja keras dalam upaya meminimalisir angka stunting di Kabupaten Bombana.
“Serta mewujudkan daerah Bombana yang sehat dan bebas dari stunting kedepan,” kata Edy Suharmanto. (**)
Comment