KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Laboratorium Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintah, FISIP UHO Kendari bersama mahasiswa melakukan survei terkait opini publik terhadap dinamika politik dan pemerintahan tahun 2023 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan, Fisip UHO Kendari, Dr. H. M. Najib Husain menyampaikan bahwa pengumpulan data survei tersebut dilakukan pada 1-15 Desember 2023.
Dimana kegiatan itu merupakan bagian dari salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
“Jadi program MBKM itu ada dua, ada mata kuliah studi kasus dan ada mata kuliah untuk proyek. Untuk mata kuliah proyek, salah satu bentuk dari implementasinya itu melakukan survei, ini adalah mata kuliah poling,” ungkapnya.
Dimana, pada saat pelaksanaan dilapangan tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas tetapi dikawal langsung oleh sebelas orang koordinator yang sudah pengalaman di lembaga survei.
“Jadi mahasiswa tidak dilepas begitu saja, tetapi tetap dikawal. Di setiap kecamatan ada satu koordinator yang sudah menjadi koordinator juga di beberapa kegiatan-kegiatan lembaga survei, agar tidak ada keraguan dengan hasil survei ini,” bebernya.
Lanjut ia menegaskan bahwa, kegiatan tersebut murni kegiatan pendidikan dan tidak ada sedikitpun keterkaitan dengan calon, baik di tingkat pemilihan presiden, DRR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten maupun untuk pemilihan Gubernur dan Wali Kota.
“Lokasi survei ini kami laksanakan di Kota Kendari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Laboratorium Ilmu Politik dan Pemerintah UHO Kendari, Faturachman Alputra Sudirman, S.IP., M.A mengatakan survei tersebut menggunakan metode sampling.
Dengan populasi adalah seluruh masyarakat kota Kendari yang berumur 17 tahun ke atas atau yang sudah menjadi wajib pilih berdasarkan data DPS KPU Kota Kendari 2023, dengan jumlah sampel sebanyak 1.563 responden.
“Dalam survei ini sudah dilakukan kontrol kualitas hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 25 persen dari total sampel oleh spot checker dengan kembali mendatangi responden terpilih. Dalam survei ini setelah dilakukan kontrol kualitas tidak ditemukan kesalahan berarti yang bisa mempengaruhi hasil akhir survei,” jelas alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.
Adapun beberapa hasil survei opini publik terhadap dinamika politik dan pemerintahan tahun 2023 di Kota Kendari yaitu :
Dinamika dan Isu Lokal
Berdasarkan survei, masyarakat menilai keadaan politik Kota Kendari saat ini 6,95 persen sangat baik, 59,89 persen baik, tidak baik maupun tidak buruk 17,09 persen, buruk 3,00 persen, sangat buruk 0,64 persen dan tidak tahu/tidak jawab 12,44 persen.
Untuk keadaan ekonomi di Kota Kendari saat ini dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, masyarakat menilai, 5,48 persen sangat baik, 56,63 persen baik, 28,98 persen tidak baik maupun tidak buruk, 10, 71 persen buruk, 1,72 persen sangat buruk dan 4,46 persen tidak tahu/tidak jawab.
Selain itu juga dilakukan survei kinerja eks Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu yang saat pelaksanaan survei masih menjabat. Dimana masyarakat 8,67 persen sangat puas dengan kinerja Asmawa, 62,56 persen puas, 21,17 persen biasa saja, 5,68 persen tidak puas, 0,70 persen sangat tidak puas dan 1, 21 persen tidak menjawab.
Adapun hasil survei masalah umum yang paling penting dan harus ditangani dengan segera menurut masyarakat 37,76 persen masalah ekonomi, 16,33 persen masalah pelayanan masyarakat, 11,22 persen masalah keamanan, tidak jawab 10,71 persen, masalah kesehatan 9,38 persen, masalah sosial 6,12 persen, masalah lainnya 5,42 persen dan masalah politik 3,06 persen.
Partisipasi Pemilih
Berdasarkan survei pengetahuan masyarakat Kota Kendari terkait Pileg dan pilpres serentak pada 14 Februari 2024 86,86 persen mengetahui, 10,59 persen mengetahui belum mengetahui dan 2,55 persen tidak menjawab.
Pada pemilu legislatif dan pemilihan presiden mendatang 91,14 persen masyarakat kota Kendari sudah terdaftar sebagai pemilih tetap, 4,8 persen belum terdaftar dan 4,78 persen tidak menjawab.
Sementara untuk masyarakat kota Kendari 94,58 persen menyatakan akan ikut berpartisipasi pada Pileg dan pilpres 2024, ragu-ragu 1,40 perse, tidak memilih 0,38 persen dan tidak menjawab 3,64 persen.
Popularitas dan Akseptabilitas Calon Wali Kota
Untuk survei popularitas dan akseptabilitas calon Wali Kota Kendari, Abdul Razak berada di urutan pertama dengan popularitas 79,91 persen sementara untuk akseptabilitas 78,89 persen.
Selanjutnya di urutan kedua popularitas Giona Nur Alam 76,47 persen dan akseptabilitas 66,52 persen. Urutan ketiga untuk popularitas Siska Karina Imran 73,02 persen, akan tetapi untuk akseptabilitas di urutan ketiga ada Asmawa Tosepu dengan 62,18 persen.
Selanjutnya, urutan keempat popularitas itu Asmawa Tosepu 71,62 persen dan akseptabilitas Siska Karina Imran 58,04 persen. Urutan kelima popularitas yaitu Ishak Ismail dengan 71,49 persen dan akseptabilitas 57,10 persen.
Sementara untuk calon lainnya seperti Rajab Jinik, Andi Sulolipu, Sudirman, Suri Syahriah Mahmud, Inarto, Aksan Jaya Putra dan Abdul Rahman untuk popularitas rata-rata berada di angka 45,00-50,00 persen sementara untuk akseptabilitas 35,00-40,00 persen.
Elektabilitas Calon Wali Kota
Berdasarkan survei top of mind atau membiarkan responden menjawab secara spontan sosok yang paling layak dan pantas menjadi Wali Kota pada Pilkada 2024 nanti menurut masyarakat, Abdul Razak 13,71 persen, Giona Nur Alam 7,14 persen, Siska Karina Imran 3,70 persen, Abdul Rahman 3,83 persen, dan Aksan Jaya Putra 3,19 persen.
Sementara untuk elektabilitas calon gubernur di Kota Kendari berdasarkan survei top of mind, Lukman Abunawas 10,84 persen, Andi Sumangerukka 8,23 persen, Tina Nur Alam 7,21 persen, Ridwan Bae 5,93, Abdurrahman Saleh 5,55 persen, Kery Saiful Konggoasa 3,06 persen, Ruksamin 1,08 persen, Hugua 0,96 persen dan Rusda 0,26 persen.
Selanjutnya untuk elektabilitas calon presiden dan wakil presiden di Kota Kendari, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka 41,58 persen, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar 15,31 persen, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD 7,59 persen dan sisanya memilih untuk tidak menjawab atau rahasia. (**)
Comment