Atasi Kekurangan Guru Produktif di Bumi Anoa, Dikbud Sultra Bakal Lakukan Pelatihan

KENDARI, EDISIINDONESIA.id Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga saat ini masih kekurangan guru produktif, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sebagai upaya mengatasi hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, telah mempersiapkan program pelatihan untuk guru umum yang kemudian bisa menjadi guru produktif.

“Kita akan usahakan itu untuk pelatihan yang dari guru umum menjadi guru produktif danitu memang dimungkinkan juga di aturan,” kata Kepala Dinas (Kadis) Dikbud Sultra, Yusmin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/10/2023).

Sebab menurutnya, jika hanya menunggu terus sampai ada guru produktif, tentu hal tersebut akan menjadi kendala besar.

“Karena rata-rata yang jurusan Teknik dan jurusan non kejuruan yang hari ini sudah ada jurusannya di SMK saya pikir itu mereka minat ke guru belum terlalu besar,” ungkapnya.

Kata dia, sekarang ini yang menjadi guru tidak harus berasal dari fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, tetapi fakultas lainnya juga sudah bisa menjadi guru, dengan syarat sudah mempunyai sertifikasi mengajar.

“Kita akan menghitung guru produktif, yang dibutuhkan itukan tergantung dari jurusan yang dibuka oleh jurusan masing-masing. Karena Guru produktif itu kan bukan hanya pada satu bidang saja,” jelasnya.

“Semua bidang yang dibuka jurusannya, misalnya perikanan, kelautan, pertanian, mesin, pertukangan, komputer dan pariwisata tentu kita butuh guru produktif,” tambahnya.

Yusmin menyampaikan bahwa terkait dengan guru produktif, yang menjadi kekurangan saat ini juga karena universitas khususnya di Sultra, masih banyak jurusan yang tidak ada keguruannya.

Selain itu, menurutnya rata-rata lulusan diluar fakultas keguruan dan ilmu pendidikan juga belum berpikir untuk menjadi guru dengan mengambil akta mengajar agar bisa dikategorikan bisa menjadi guru.

“Oleh karenanya untuk mengatasi kekurangan guru produktif ini kita akan coba untuk melaksanakan suatu program pelatihan yang dari guru umum untuk menjadi guru produktif,” ungkapnya.

“Kalau soal yang lain-lain, seperti guru umum saya pikir kita sudah tidak terlalu kekurangan lagi. Artinya kita masih kekurangan tapi tidak begitu mencolok, yang mencolok ini kekurangan guru produktif,” tutupnya. (**)

Comment