Hoaks Jadi Ancaman Serius Pilpres, Mafindo Gencar Lakukan Vaksinasi Anti Hoaks

MAMUJU, EDISIINDONESIA.id – Mafindo sebagai salah satu organisasi pejuang anti hoaks menilai perlu untuk memasifkan gerakan menangkal hoaks di Indonesia jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Hal itu diungkap Anggota Presidium Mafindo Syifaul Arifin, dalam konfrensi pers bertajuk “Pencegahan hoaks Jelang Pemilu” di salah satu hotel di Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (02/09/2023).

Kata dia, hoaks yang berseliweran pada saat pemilihan umum, khususnya Pilpres.

Data Mafindo, tahun Pilpres 2014 dan juga Pilpres 2019 hoaks yang berseliweran mampu mengurangi elektabilitas salah satu kandidat, mendelegitimasi pemilu dengan menyerang penyelenggara pemilu baik KPU maupun juga Bawaslu.

Hoaks saat itu (Pilpres 2019) bahkan menimbulkan polarisasi antara dua kubu calon presiden.

“Terjadi polarisasi politik, menghasilkan istilah cebong-kampret yang pada akhirnya saling menyerang,” ujar pria yang juga dikenal sebagai jurnalis Solopos dan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) tersebut.

Tak hanya itu, Syifaul Arifin mengungkap jika berdasarkan pemantauan hoax tahun 2019 lalu, Mafindo juga melihat bagaimana dampak besar hoaks yang terjadi di Indonesia.

“Ini contohnya bagaimana hoaks bisa menyebabkan kerusuhan, kematian dan lainnya. Seperti pada tahun 2019 (Pilpres 2019) yang lalu, ketika kubu Prabowo tidak menerima hasil pemilu, dan menganggap pemilu itu curang. Narasi curang itu dikembangkan. Banyak hoaks dan narasi-narasi kebencian pada saat itu”

“Hal ini kemudian berdampak serius. Demonstrasi besar-besaran terjadi 21-22 Mei 2019. Narasi kecurangan memicu hal itu dan akibatnya dalam demonstrasi besar tersebut, menyebabkan 6 orang meninggal dunia dan dua ratusan orang luka-luka,” ujarnya.

Karena itulah kata Syifaul, mengapa muncul gerakan melawan hoaks terutama Mafindo.

Mafinfo bersama organisasi lainnya termasuk AJI dan AMSI secara rutin bergerak melawan hoaks dan berinisiatif melakuakan upaya melawan hoaks dengan beragam cara.
“Salah satunya dengan membuat platform atau website turnbackhoax.id dan cekfakta.com,” ujarnya.

Pada website ini masyarakat bisa mendapatkan informasi penting tentang penyebaran hoaks dan konter hoaks yang secara kontinu dikerjakan Mafindo dan pemantau hoaks lainnya.

Saat ini pihaknya kata Syifaul bahkan sudah bekerjasama dengan pihak Facebook (Meta) untuk memantau hoaks, apalagi kata dia, data hasil observasi Facebook memang menjadi platform nomor satu yang digunakan oknum penyebar hoaks.

“Saat ini kami juga sudah menggandeng sejumlah platform seperti Facebook (Meta) untuk memudahkan kami mengidentifikasi akun-akun penyebar hoaks,” terangnya.

Kendati demikian, Mafindo dan jejaring lainnya tak melakukan upaya pemidanaan terhadap pelaku hoaks.

Namun kata Syifaul, pihaknya aktif dalam melakukan vaksinasi anti hoaks. Sebuah gerakan perlawanan terhadap hoaks yang menurutnya melakukan edukasi dan pencegahan terhadap konten hoaks dan konten penyebar berita fitnah.

“Jadi ada vaksinasi anti hoaks, ada upaya edukasi pada kelompok rentan hoaks seperti kelompok lansia. Kami aktif melakukan edukasi dan pencegahan itu,” ujarnya. (Dir/Ful)

Comment